Kejadian demi kejadian akhir-akhir ini terasa sedikit melelahkan, membuat hati dan pikiran terkuras, terkonsentrasi ke apa yang sedang terjadi. Bukan sesuatu hal yang menyenangkan, bahkan cenderung memprihatinkan. Tapi dibalik semua itu banyak sekali hikmah yang dapat kuambil. Menemani seseorang yang berusaha keras melepaskan diri dari sebuah masalah yang sangat pelik, yang melibatkan bukan hanya pikiran, tapi juga hati dan emosinya benar benar luar biasa. Ada pertentangan batin di sana,..di satu sisi dia ingin lepas, tapi di sisi lain ada keengganan untuk keluar dari zona nyaman yang terlanjur mengikat.
Berkali-kali dia gagal untuk menguatkan niatnya. Apa yang diupayakannya malah semakin menyiksanya. Sering apa yang diucapkannya tidak bisa direalisasikan dengan perbuatan. Hampir-hampir dia putus asa dan kelihatannya akan menyerah. Tapi alhamdulillah, Allah tidak membiarkan hambanya yang berserah diri tenggelam dan kehilangan harapan. “Tangan-Nya” segera menariknya ke dalam pelukan-Nya yang penuh kasih. Akhirnya dia dapat bangkit kembali. Walaupun belum bisa seratus persen pulih, tapi setidaknya telah berhasil mengendalikan dirinya untuk kembali meluruskan niatnya.
Aku jadi merenung,.jika aku yang mengalami peristiwa itu,..apakah bisa setangguh dia?..sedikit pesimis..hiks. Tapi aku berharap tidak akan mengalaminya..hehe.. . Ada beberapa pelajaran yang kudapat dari peristiwa ini:
1. Jaga hati. Kadang-kadang kita terlena dalam suatu suasana yang nyaman. Padahal belum tentu nyaman itu aman.
2. Jaga sikap. Seringkali orang salah menafsirkan sikap kita. Ada kalanya sikap baik kita diartikan lain oleh orang lain, yang tanpa disadari menimbulkan suatu ketergantungan pada kita. Yang membuat kita sulit untuk melepaskan diri dari sana.
3. Jaga lisan. Tidak semua uraian kata kita diterima seperti yang kita niatkan. Salah persepsi, salah paham, kadang-kadang tidak bisa dihindarkan. Niat hati memberi motivasi, diterima sebagai bentuk perhatian lebih. Akibatnya timbul angan-angan yang tak semestinya.
4. Jaga pikiran. Jangan biarkan pikiran kita terbawa hanyut oleh angan-angan aneh yang seharusnya tak ada. Kendalikan rasa agar tetap di jalurnya.
5. Jaga hijab. Sudah waktunya kita mengevaluasi kembali pergaulan kita selama ini. Benarkah hijab kita sudah terjaga? (mengingatkan diri sendiri..hiks).
Semoga apa yang telah terjadi bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi dia terutama, bagiku,..dan bagi pembaca tulisan ini. Tidak ada kejadian yang buruk jika kita mengembalikannya kepada Allah. Tidak ada hal yang sia-sia ketika kita berani mengambil sisi positifnya dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Masa lalu biarlah berlalu..tapi jangan lupa ambil hikmah dari dalamnya buat bekal saat kita melangkah menyongsong masa depan kita yang cerah!..amiin.