Arsip Bulanan: Juli 2007

Nisshi itu apaan sih? Ada teman yang penasaran nanya. Nisshi itu artinya catatan harian alias diary. Isinya tentang kegiatan sehari-hari, susah senang, panik, dll nanti ditulis disini.

“Gambatte ne!!” (Semangat ya!), kata-kata itu seringkali saya dengar ketika berada di negeri sakura beberapa tahun yang lalu. Kata-kata penyemangat di kala “loyo” atau “putus asa” saat menghadapi berbagai persoalan yang datang silih berganti.

“Gambatte” adalah kependekan dari kata “gambatte kudasai” yang artinya “bersemangatlah”. Asal katanya “gambaru” (bersemangat). Dalam pengembangannya ada “Gambare!” (Semangat!), “Gambarou” atau “Gambarimashou” (Ayo kita semangat!), ada juga bentuk negatifnya yaitu “Gambaranai” atau “gambarimasen” (tidak bersemangat).

Banyak sekali pengalaman pahit dan manis yang dilalui di sana. Dan kata-kata ini (gambatte) menjadi “teman setia” dalam setiap harinya. Orang yang paling sering mengucapkannya adalah “sensei” (guru) saya yang dijuluki oleh teman-temannya sebagai “Orang Jepang yang Aneh”. Kenapa demikian, karena beliau sudah seperti orang Indonesia, dalam artian sangat peduli dan mengerti pola pikir orang kita.

Ketika kita sedih, dihiburnya dengan “Gambarou yo!” (Semangat yuk!), ketika malas, disemangatinya dengan “Oi, gambare!” (Hei, semangat!). Tappiiii,……….
kalau beliau yang lagi malas, bagaimanapun kita “kompori” , tetap saja jawabannya, “iya, gomen, gambaranai yo!” (tidak, maaf, nggak semangat euy)….he..he..dasar sensei, ada-ada saja!

“Kokoro wa ichiban daijina takaramono”. (Artinya, “hati adalah harta benda yang paling berharga”). Saya ingat sebuah lagu ciptaan Aa Gym “Jagalah hati” salah satu syairnya seperti ini..”Jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini, ,,,…Jagalah hati cahaya Illahi”.

Kemudian pada lagu “Antara Mata dan Hati” yang liriknya ditulis oleh Faizal Osman, salah satu syairnya berbunyi ” …Buta hati lebih berbahaya, buta mata tidak nampak dunia. Buta hati tidak nampak kebenaran, buta hati ditipu nafsu dan syetan”…

Wah, jangan sampai deh hati kita ‘terkontaminasi’ oleh hal-hal atau perbuatan yang dapat merusak kebersihannya! Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di sekitar kita yang seringkali membuat “merinding”. Kekerasan orang tua terhadap anak atau sebaliknya, pembunuhan, perampokan,….dan masih banyak lagi yang lainnya. Apa ya penyebab dari semua ini? Sudah tidak didengarkah suara hatinya? Hanya nafsu sajakah yang dituruti?

Mungkin sudah saatnya untuk instrospeksi diri. Apa sebenarnya yang mengotori hati kita? Lingkungan, atau diri sendiri yang kurang iman? Tapi sepertinya daripada menyalahkan yang lain lebih baik kita teliti dulu diri sendiri. Mungkin selama ini tanpa sadar kita terlalu membanggakan diri, terlalu pede, menganggap remeh banyak hal, atau terlalu terlena oleh urusan duniawi?
Bukan bermaksud menggurui, hanya ingin mengingatkan diri sendiri untuk segera “minum obat hati” seperti yang diungkapkan oleh Opick di dalam resepnya, disitu tertulis ada lima jenis obat yaitu:
1. Membaca Qur’an dan maknanya.
2. Mendirikan shalat malam.
3. Berkumpul dengan orang shaleh.
4. Memperbanyak berpuasa.
5. Memperpanjang dzikir malam.

Sepertinya belum terlambat bagi kita untuk melakukannya. Selagi Allah masih memberikan waktu, jangan tunda-tunda lagi, ayo kita niatkan dalam hati dan buka lembaran baru kehidupan kita! Semoga Allah berkenan dan memberikan kemudahan bagi kita dalam menjalaninya. Amin.

Takaramono? Wuih, apaan tuch? Mungkin banyak yang bertanya seperti itu. Kata “Takaramono” berasal dari B.Jepang yang artinya benda pusaka, harta benda, atau barang berharga. Sengaja saya jadikan nama untuk “Blog” ini karena apa-apa yang tertuang di dalamnya merupakan perwujudan dari ide, pemikiran, atau curhat mungkin….yang semuanya merupakan harta berharga bagi diri saya pribadi. Walaupun mungkin menurut penilaian orang lain karya tersebut tidak bagus atau sepele.

Jadi, tunggu apa lagi?  Ja, imakara hajimemashoo!!!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!