Arsip Bulanan: September 2007

Ada yang berubah di Ramadhan ini. Alhamdulillah,  Allah memberiku sebuah anugerah yang tak terkira yaitu ketenangan hati! Ini pertama kusadari ketika aku menghadapi suatu persoalan di awal ramadhan ini, yang kalau secara logika harusnya aku sedikitnya stress atau panik, tapi entahlah aku merasa hatiku tenang. Kemudian ada kejadian-kejadian lainnya yang biasanya bikin aku ira-ira suru alias jengkel, tapi ini tidak tuh, hatiku adem ayem nggak terpengaruh. Dan alhamdulillah rasanya bahagiaaa sekali menjalani puasa ini.  

Di Ramadhan tahun ini ada teman berbagi, ada yang mengingatkan untuk tidak lalai mengaji, ada yang terus memacu untuk terus mendekatkan diri pada Illahi. Alhamdulillah.

Hanya syukur dan syukur yang bisa ku panjatkan pada Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Yang dengan limpahan kasih sayang-Nya mengizinkanku untuk menjalani puasa ini dengan segala keberkahannya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita di tahun ini. Amin.

Ahad, jam 23: 31

“Jangan lelah untuk berusaha, suatu saat kamu pasti akan menemukan jawabannya!” Itu kira-kira yang ku dapat dari hasil perbincangan ringan dari dua orang sahabat ku di rumah salah seorang tetehku waktu kami berbuka puasa bersama tadi sore. Hmm,…. sepertinya mereka bercanda  ketika salah seorang diantaranya mengemukakan usahanya yang selalu gagal dan gagal. Sahabat yang lainnya berkomentar, “biar aja bangkrut lagi bangkrut lagi juga, suatu hari nanti juga kamu pasti berhasil” katanya. Sepintas lalu kayaknya nggak ada istimewanya omongan itu. Tapi kalau dimaknai, dalam sekali artinya.

Nggak tau benar atau salah, mungkin kalau peribahasa sundanya jadi seperti ini,”Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok”. (Cocok nggak ya? ). Jadi terpacu untuk tidak cepat menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Jadi tergerak untuk belajar sabar dalam menyelesaikan bermacam-macam ”PR” kehidupan. Dan Jadi terpanggil untuk selalu tersenyum dalam menghadapi masalah yang dihadapi.

Saikin, naka naka nigongo de shaberu chansu ga nai. Nihongo no hon o yomu koto mo nai… nanka,….sabishina kanji!

Tahu nggak apa yang paling kusenangi ketika bertemu dengan seseorang? Senyumnya di awal perjumpaan! (apalagi kalau sampai akhir pertemuan…). Rasanya ada kehangatan dan rasa persahabatan di sana!

Tapi kalau pas ketemu belum apa-apa lawan bicara kita sudah memperlihatkan wajah masam, ….wuih, betenya bisa kebawa sampai hari berikutnya bo! (Ya nggak???).

Dalam agama kita juga disebutkan bahwa senyum itu ibadah. Jadi buat apa kita pelit ngasih ’sedekah’ yang paling mudah plus dapat mengundang banyak berkah? So……ayo kita tebarkan senyum pada sesama, yuuuk..!!!!!! (Wah kayaknya indah ya dunia ini kalau diisi oleh manusia-manusia yang penuh ceria!!)

Ketika pikiran sudah tidak sejalan, mulai timbul rasa ‘gerah’ dan lambat-laun kalau nggak segera ditanggulangi timbul dech konflik! Seperti yang mulai kurasakan di lingkungan sekitarku. Ada ketidakpuasan, kekhawatiran, kecurigaan,…..ihh,..rasanya jadi nggak nyaman ya!..Setiap orang mulai berpikir buat ‘menyelamatkan diri’….(kalo aku harus gimana yach????)..

Kamis, 06 Sept.’07, jam 23:20

Jam 21: 45 Wib. Ning nang ning neng..!!! terdengar bunyi hp berdering di dekat telinga, membuatku terjaga. Astaghfirullah, rupanya aku ketiduran ketika menunggu adzan Isya tadi! Dengan mata yang masih setengah tertutup ku lihat hp ku. Ada sms masuk dari bu Ai, beliau menanyakan tentang data kencleng bulan lalu. Segera ku jawab dan mataku pun mulai menutup lagi. Tapi beberapa saat kemudian hp ku berdering kembali, telepon dari bu Ai! Ku angkat, ternyata beliau kembali menanyakan hal yang sama. Kujawab bahwa sudah ku sms kan jawabannya, namun menurut beliau, yang keterima hanya sms kosong saja. Hah! Kemana isinya yaa..?????..Sekitar lima menit kami berbicara, sesudah itu aku bangkit untuk mengambil air wudhu. Sebelumnya kusempatkan nonton TV sebentar untuk meng ‘on’ kan dulu otakku.

Jam 22:35 Wib. Ketika aku menggelar sajadah, hp ku bunyi lagi. Sms dari salah seorang adik TC ku. Isinya ‘curhat’ tentang keadaannya saat ini. Memang beberapa hari ini kelihatannya merupakan ‘hari-hari yang cukup berat’ baginya. Kubalas dengan sedikit kata-kata penyemangat dan hiburan baginya. Belum sempat aku shalat, hp ku berbunyi lagi, telepon dari adikku yang tadi. Kuangkat dan kudengarkan keluh kesahnya.

Jam 22: 50 Wib. Akhirnya aku bisa mulai melaksanakan shalat Isya. Setelah selesai shalat sunat ba’da Isya, saat aku membereskan mukena, tiba-tiba terngiang di telingaku sebuah pertanyaan dari Teh Wiwi, pemateri di silaturahmi keakhwatan akhir bulan Agustus lalu waktu aku menjemput beliau ke DT. Di perjalanan beliau bertanya,”Teh, apa yang sudah dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan tahun ini?”. Pertanyaan yang sederhana namun sangat membuatku tersentak! Ya, apa yang sudah kupersiapkan untuk Ramadhan tahun ini?, Jujur, selama ini belum pernah terlintas dalam pikiranku mengenai hal itu. Selama bertahun-tahun ku lalui Ramadhan ku dengan ‘biasa-biasa saja’, seperti air mengalir….., Beberapa saat aku merenung dan lalu kujawab pertanyaan beliau dengan sebuah pertanyaan lagi,”Teh, apa yang harus saya persiapkan untuk Ramadhan tahun ini ya?” Akhirnya beliau kemudian menjelaskan berbagai hal yang sungguh bagiku merupakan suatu pencerahan yang luar biasa! Bukan suatu kebetulan aku ditugaskan untuk menjemput beliau, dan bukan suatu kebetulan pula beliau yang sebelumnya sudah membatalkan akhirnya bisa datang ke silaturahmi hari itu! Allah telah mempertemukan kami dan mengajariku banyak hal melalui teteh tersebut! Subhanallah , Alhamdulillah, terima kasih ya Allah! Semoga aku ‘lulus’ dalam menjalani Ramadhanku tahun ini. Amin. Ada sebuah semangat baru dan harapan baru di dada!!

Jam 23:20 Wib. Mataku belum bisa kupejamkan lagi. Sambil mendengarkan senandung malam kuhidupkan laptopku dan kucoba untuk mulai menulis.

Jam 23:55 Wib. Tiba-tiba telepon rumahku berbunyi. Siapa ya? Tidak lazim telepon berdering tengah malam, pasti ada sesuatu yang tidak biasa. Karena semua anggota keluargaku sudah tidur, aku pun pergi untuk mengangkatnya. Ternyata dari mamih Nur! Suaranya tersendat-sendat seperti sedang menangis. “Neng, ini mamih! Sekarang mamih ada di Bogor, adik mamih meninggal, barusan jam 11 malam. Tolong besok di infokan ya”, katanya. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun!. Ya Allah, Kau ingatkan satu hal lagi pada hamba malam ini, seperti kata “A, yah, Salwa ,“MM” (Mengingat Mati)! Lama aku terpekur dan merenung…, lintasan-lintasan peristiwa pun bermunculan silih berganti. Tidak terhitung banyak sekali pelajaran dari Allah yang kudapat hari ini. Aku mencoba untuk membuka mata hati dan pikiranku untuk menganalisa dan mengambil hikmah serta pelajaran dari semua kejadian yang ada. “Oo..” banyak sekali kata “Oo..”, yang terlontar. Satu persatu mulai jelas dan kupahami. Kembali, kuncinya adalah satu, “SMA” (Selalu Mengingat Allah).Seberat apapun peristiwa yang dihadapi, kalau hati ikhlas dan mengembalikan semuanya ke Allah, Insya Allah akan terasa ringan. Alhamdulillah Ya Allah, Kau telah pertemukan hamba dengan orang-orang yang luar biasa, yang dengan izin Mu telah banyak mengubah pola pikir dan membawa hamba ke arah perbaikan. Satukan hati kami untuk berjuang di jalan-Mu. Luruskanlah niat kami, berkahilah kami, dan pertemukanlah kami kembali di syurga Mu. Amin.

07 September 2007, jam 01:20 Wib.
Mataku mulai berat. Masih ada waktu sebelum membangunkan sahabat-sahabat TC untuk tahajjud. Alhamdulillah, ku akhiri tulisanku sampai disini. Wassalam. (Semoga tidak kesiangan bangun,..hi..hi..).

Jam 02:00 Wib.
Ternyata walaupun ngantuk aku tidak bisa tidur. Sudah jam dua. Kumulai miss call sahabat-sahabat yang biasa bangun pada periode jam dua, beranjak ke periode setengah tiga, …setelah itu gelap..ternyata aku ketiduran! Sampai akhirnya sayup-sayup kudengar suara Bapak memanggilku. Kulihat jam, sudah jam 03:10! Bergegas aku pergi wudhu dan shalat.

Jam 04:25 Wib.
Sms dari P. Ayi, bunyinya,”Ketika shalawat disampaikan untuk Rasulullah, airmata pun turut menyapa Rasul tercinta, Ya Sayyidi ya Rasulullah, kami merindukan bertemu denganmu agar kami bisa berguru betapa indahnya persaudaraan yang engkau bangun bersama sahabat-sahabat yang mulia, Ya Sayidi ya Rasulullah, gurui kami yang sedang belajar melangkah menapaki jalan Illahi, agar setiap langkah kami ada dalam bimbingan dan tuntunan-Nya. Teh, semoga ukhuwah yang kita bangun, membawa manfaat bagi sebanyak umat di alam ini”.
Bagiku sms tersebut merupakan spirit yang sangat besar dalam mengawali hari ini. Terima kasih Pak Ayi! Tetap semangat!!

Jam 05: 05 Wib.
Miss call kencleng dari Pak Ayi. Kuteruskan ke yang lain. (Tapi dari kang Agus ko` nggak ada ya? Oh, mungkin beliau sibuk memandu siaran)…dimaafkan dech! Semoga selalu istiqamah! Amin.

Ya Allah, berkahilah kami di hari ini, mudahkanlah semua urusan kami, luruskan niat kami. Amin Ya Robbal Alamin.

Rabu, 05 Sept.`07

Pagi ini sambil mendengarkan MQ Pagi aku asyik menyeterika baju seragamku.  Ketika sampai pada sesi tanya jawab, tiba-tiba aku tersentak mendengar pertanyaan dari salah seorang pendengar. Pertanyaannya mirip banget dengan pengalaman yang pernah kualami. Langsung kuhentikan kegiatanku, dan ketika mendengar jawaban dari teh Ninih, “degg!!!” rasanya ada yang ‘nonjok’ muka ku. Ya Allah, akhirnya kutemukan jawaban dari sebuah episode hidupku yang selama ini kucari-cari!!!! Mungkin dari sana akar permasalahan yang selama ini ku alami.

Aku harus bertobat!!!!!!! Semoga Allah masih mau mendengarkan seorang hamba yang memohon ampun kepada-Nya!!!! Ya Allah ampuni hamba. Terima kasih telah Kau ’sapa’ hamba hari ini. Kau beri kesadaran pada hamba atas dosa yang pernah hamba perbuat, yang selama ini tidak hamba sadari. Ampun ya Allah, Ampuuun!!!!!!