Kamis, 06 Sept.’07, jam 23:20
Jam 21: 45 Wib. Ning nang ning neng..!!! terdengar bunyi hp berdering di dekat telinga, membuatku terjaga. Astaghfirullah, rupanya aku ketiduran ketika menunggu adzan Isya tadi! Dengan mata yang masih setengah tertutup ku lihat hp ku. Ada sms masuk dari bu Ai, beliau menanyakan tentang data kencleng bulan lalu. Segera ku jawab dan mataku pun mulai menutup lagi. Tapi beberapa saat kemudian hp ku berdering kembali, telepon dari bu Ai! Ku angkat, ternyata beliau kembali menanyakan hal yang sama. Kujawab bahwa sudah ku sms kan jawabannya, namun menurut beliau, yang keterima hanya sms kosong saja. Hah! Kemana isinya yaa..?????..Sekitar lima menit kami berbicara, sesudah itu aku bangkit untuk mengambil air wudhu. Sebelumnya kusempatkan nonton TV sebentar untuk meng ‘on’ kan dulu otakku.
Jam 22:35 Wib. Ketika aku menggelar sajadah, hp ku bunyi lagi. Sms dari salah seorang adik TC ku. Isinya ‘curhat’ tentang keadaannya saat ini. Memang beberapa hari ini kelihatannya merupakan ‘hari-hari yang cukup berat’ baginya. Kubalas dengan sedikit kata-kata penyemangat dan hiburan baginya. Belum sempat aku shalat, hp ku berbunyi lagi, telepon dari adikku yang tadi. Kuangkat dan kudengarkan keluh kesahnya.
Jam 22: 50 Wib. Akhirnya aku bisa mulai melaksanakan shalat Isya. Setelah selesai shalat sunat ba’da Isya, saat aku membereskan mukena, tiba-tiba terngiang di telingaku sebuah pertanyaan dari Teh Wiwi, pemateri di silaturahmi keakhwatan akhir bulan Agustus lalu waktu aku menjemput beliau ke DT. Di perjalanan beliau bertanya,”Teh, apa yang sudah dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan tahun ini?”. Pertanyaan yang sederhana namun sangat membuatku tersentak! Ya, apa yang sudah kupersiapkan untuk Ramadhan tahun ini?, Jujur, selama ini belum pernah terlintas dalam pikiranku mengenai hal itu. Selama bertahun-tahun ku lalui Ramadhan ku dengan ‘biasa-biasa saja’, seperti air mengalir….., Beberapa saat aku merenung dan lalu kujawab pertanyaan beliau dengan sebuah pertanyaan lagi,”Teh, apa yang harus saya persiapkan untuk Ramadhan tahun ini ya?” Akhirnya beliau kemudian menjelaskan berbagai hal yang sungguh bagiku merupakan suatu pencerahan yang luar biasa! Bukan suatu kebetulan aku ditugaskan untuk menjemput beliau, dan bukan suatu kebetulan pula beliau yang sebelumnya sudah membatalkan akhirnya bisa datang ke silaturahmi hari itu! Allah telah mempertemukan kami dan mengajariku banyak hal melalui teteh tersebut! Subhanallah , Alhamdulillah, terima kasih ya Allah! Semoga aku ‘lulus’ dalam menjalani Ramadhanku tahun ini. Amin. Ada sebuah semangat baru dan harapan baru di dada!!
Jam 23:20 Wib. Mataku belum bisa kupejamkan lagi. Sambil mendengarkan senandung malam kuhidupkan laptopku dan kucoba untuk mulai menulis.
Jam 23:55 Wib. Tiba-tiba telepon rumahku berbunyi. Siapa ya? Tidak lazim telepon berdering tengah malam, pasti ada sesuatu yang tidak biasa. Karena semua anggota keluargaku sudah tidur, aku pun pergi untuk mengangkatnya. Ternyata dari mamih Nur! Suaranya tersendat-sendat seperti sedang menangis. “Neng, ini mamih! Sekarang mamih ada di Bogor, adik mamih meninggal, barusan jam 11 malam. Tolong besok di infokan ya”, katanya. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun!. Ya Allah, Kau ingatkan satu hal lagi pada hamba malam ini, seperti kata “A, yah, Salwa ,“MM” (Mengingat Mati)! Lama aku terpekur dan merenung…, lintasan-lintasan peristiwa pun bermunculan silih berganti. Tidak terhitung banyak sekali pelajaran dari Allah yang kudapat hari ini. Aku mencoba untuk membuka mata hati dan pikiranku untuk menganalisa dan mengambil hikmah serta pelajaran dari semua kejadian yang ada. “Oo..” banyak sekali kata “Oo..”, yang terlontar. Satu persatu mulai jelas dan kupahami. Kembali, kuncinya adalah satu, “SMA” (Selalu Mengingat Allah).Seberat apapun peristiwa yang dihadapi, kalau hati ikhlas dan mengembalikan semuanya ke Allah, Insya Allah akan terasa ringan. Alhamdulillah Ya Allah, Kau telah pertemukan hamba dengan orang-orang yang luar biasa, yang dengan izin Mu telah banyak mengubah pola pikir dan membawa hamba ke arah perbaikan. Satukan hati kami untuk berjuang di jalan-Mu. Luruskanlah niat kami, berkahilah kami, dan pertemukanlah kami kembali di syurga Mu. Amin.
07 September 2007, jam 01:20 Wib.
Mataku mulai berat. Masih ada waktu sebelum membangunkan sahabat-sahabat TC untuk tahajjud. Alhamdulillah, ku akhiri tulisanku sampai disini. Wassalam. (Semoga tidak kesiangan bangun,..hi..hi..).
Jam 02:00 Wib.
Ternyata walaupun ngantuk aku tidak bisa tidur. Sudah jam dua. Kumulai miss call sahabat-sahabat yang biasa bangun pada periode jam dua, beranjak ke periode setengah tiga, …setelah itu gelap..ternyata aku ketiduran! Sampai akhirnya sayup-sayup kudengar suara Bapak memanggilku. Kulihat jam, sudah jam 03:10! Bergegas aku pergi wudhu dan shalat.
Jam 04:25 Wib.
Sms dari P. Ayi, bunyinya,”Ketika shalawat disampaikan untuk Rasulullah, airmata pun turut menyapa Rasul tercinta, Ya Sayyidi ya Rasulullah, kami merindukan bertemu denganmu agar kami bisa berguru betapa indahnya persaudaraan yang engkau bangun bersama sahabat-sahabat yang mulia, Ya Sayidi ya Rasulullah, gurui kami yang sedang belajar melangkah menapaki jalan Illahi, agar setiap langkah kami ada dalam bimbingan dan tuntunan-Nya. Teh, semoga ukhuwah yang kita bangun, membawa manfaat bagi sebanyak umat di alam ini”.
Bagiku sms tersebut merupakan spirit yang sangat besar dalam mengawali hari ini. Terima kasih Pak Ayi! Tetap semangat!!
Jam 05: 05 Wib.
Miss call kencleng dari Pak Ayi. Kuteruskan ke yang lain. (Tapi dari kang Agus ko` nggak ada ya? Oh, mungkin beliau sibuk memandu siaran)…dimaafkan dech! Semoga selalu istiqamah! Amin.
Ya Allah, berkahilah kami di hari ini, mudahkanlah semua urusan kami, luruskan niat kami. Amin Ya Robbal Alamin.