Arsip Bulanan: Februari 2008

Hari demi hari berlalu dengan sangat cepat. Tidak terasa sudah memasuki pertengahan bulan Pebruari 2008. Di setiap hari yang kulalui banyak sekali pelajaran dari Allah yang kudapat. Baik yang kualami sendiri maupun dari lingkungan di sekitarku.

Akhir-akhir ini ada yang membuatku sedikit gundah. Ada sebuah perasaan yang kurang nyaman dalam lingkungan pergaulanku. Entahlah,..ada sebuah peristiwa yang menyebabkan persahabatan kami menjadi sedikit renggang. Ada suatu ketidaksepahaman yang membuat beliau mundur.

Tapi, dari hal tersebut banyak hikmah yang kudapat. Yang pertama pelajaran bagaimana caranya kita mensikapi suatu permasalahan dari sisi yang positif. kedua, bagaimana caranya sikap menghadapi seseorang yang lebih tua, seumuran,.atau lebih muda dari kita. Ketiga, berusaha untuk bersikap “legowo” ketika orang lain mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan selama ini keliru, keempat, berusaha tidak terburu nafsu untuk marah dalam menyikapi setiap perbedaan pendapat, kelima, belajar untuk tersenyum ketika menghadapi semua permasalahan. Keenam,..sebetulnya ini yang paling utama,..berpasrah diri pada Allah atas semua yang terjadi,..mohon ampun atas segala kehilafan dan mendoakan sahabat kita itu. dan mencoba dan mencoba terus untuk menjalin kembali silaturahmi dengan beliau. Yang ketujuh……yang ketujuuh….apa ya?…jangan lelah untuk berusaha…

Semoga masalah ini bisa segera teratasi. Semoga hati kami bisa bersatu kembali. Ya Allah kabulkanlah doa hamba Mu ini,..satukan kembali hati kami ya Allah,..perkuatlah kembali ukhuwah kami. Amin.

Duh,..paling susah ngilangin kebiasaan buruk ini. jahil..jahil..jahil.!!! Sekarang aja dari pagi udah pengen ngejahilin orang…tapi ditahan sekuat tenaga…jangan sampai..jangan sampai..jangan sampai..

Mohon doa supaya bisa menahan diri ….

Di luar mendung,..sepertinya mau hujan. Udara pun sedikit dingin,..padahal saat ini sudah tengah hari,..dari kejauhan adzan dzuhur berkumandang. Matahari kemana ya?…yang terlihat hanya awan putih dan kelabu.

Tapi,..biarlah di luar mendung, asalkan di hatiku matahari bersinar cerah..hangat,…tapi tidak membuat berkeringat. Ada setumpuk semangat yang membara..(Wow..bahasanya!!..hi..hi..) ada tekad untuk terus memperbaiki diri…MEMPERBAIKI diri…dan MEMPERBAIKI DIRI!!

Moga-moga aku bisa mengikis kemalasan-kemalasan yang ada,..yang sering kujadikan alasan dengan berbagai dalih,..karena siapa lagi yang bisa mengubahnya selain aku sendiri!!! Ya nggak? Orang lain hanya bisa memberi spirit,..kita yang harus ada kemauan untuk bergerak,..ayo maju Ry! (tapi ingat jaga kendali ya..jangan nabrak nabrak..he…he..) Ganbatte!!!!

(Hanya menyemangati diri sendiri, tapi bersyukur jika ada yang ikut termotivasi oleh tulisan yang seenak dewe ini.)

Pagi yang indah. Kuawali hari ku dengan senyuman. Senyum sendiri di depan cermin,..he..he.., sambil berdoa semoga hari ini merupakan hari yang penuh berkah bagi kehidupanku dan keluargaku. Juga saudara-saudara dan sahabat-sahabatku.

Pagi yang Cerah. Hari penuh harapan. Diiringi sebuah doa dari adikku “Seiring terucapnya ALLAHU AKBAR hari ini, semoga kita bisa menyadari kekerdilan dan kedhaifan diri kita dihadapan Dia yang MAHA MULIA. Allahu Akbar!

Hari ku, hari penuh rasa syukurku,..tak kan ku sia-sia kan karunia Allah yang tak ternilai ini. Dengan bismillah kulangkahkan kaki ku. Bismillahirrahmanirrahim……

Bingung,..mau nulis tapi mulainya darimana…, ada banyak cerita tapi susah diungkapkan. Banyak pelajaran hidup yang di dapat,..belajar meredam emosi,..mengubah kekesalan menjadi rasa syukur,..belajar menyikapi hidup dari sisi positif, walaupun secara lahiriah terlihat remang-remang dan sedikit menyakitkan.

Belajar untuk lebih peduli pada keluarga. Selama ini tanpa disadari waktu yang kuberikan untuk mereka ternyata sangat sedikit, Baru tersadarkan kemarin waktu ibu dan bapak melarangku pergi. Ternyata alasan mereka sangat sederhana,.”sekali-kali mau dong makan pagi sama-sama lagi” katanya. Duh,..permintaan yang tidak mahal,..tapi sering kuabaikan.

Pelajaran berharga lainnya,..menyikapi hidup ketika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Ternyata kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk sepaham dengan kita. Ternyata kita yang harus bisa belajar memahami mereka. Belajar menerima dengan pikiran jernih apa yang menjadi ketidakpuasan mereka. Belajar untuk tersenyum kala ada yang menorehkan luka di hati kita (wah bahasanya puitis,..e..he..).

Satu lagi yang tak kalah pentingnya. Belajar untuk tidak terlena dengan pujian dari orang-orang di sekitar kita. kadang-kadang sulit sekali untuk mengendalikannya. Lebih sulit dari meredam amarah.

Semoga Allah selalu membimbing setiap langkah, ucapan dan perbuatan kita. Amin.