Arsip Bulanan: Juni 2008

Dua hari kemarin belajar banyak tentang organisasi. Hari Sabtunya belajar mendirikan koperasi. Bagiku yang selama ini hanya jadi anggota biasa saja lumayan bikin rieur.., (tapi keliatannya yang lain juga begitu..). Akhirnya sampai menjelang maghrib belum ada kata sepakat siapa saja yang akan bergabung. Akhirnya di pending sambil semua yang hadir di beri PR untuk mempelajari contoh AD ART dan panduan BMT. Bagiku itu memang lebih baik daripada tergesa-gesa akhirnya nggak puguh. Ya nggak?

Hari tersibuk di setiap bulannya. Cash opname, atau pertanggungjawaban uang cash di bulan berjalan. Rada khawatir juga, kenapa?..karena kalau nggak balance pasti ada kesalahan,..dan kesalahan itu harus dicari sampai ketemu di satu bulan itu,..huuhhh,…yang paling takut kalau kurang,..waah udah deh harus gantiin. Tapi alhamdulillah sampai saat ini nggak ada masalah. Mudah-mudahan ke depannya juga…….amiiin.

Pagi tadi setelah “Jumsih” alias Jumat bersih (itu lho..setiap hari Jumat dari mulai direktur sampai karyawan di kantor ku sama-sama terlibat dalam program kebersihan,..nyapu-nyapu di halaman kantor gituuuu..), seperti biasa aku telepon Bank kami buat cek saldo.

Ada tiga orang staf di sana yang biasa “ku kerjain”,..dan kebetulan yang nerima teleponku hari ini adalah seorang ibu muda yang sudah bisa dibilang akrab dengan ku,..walaupun baru sekali ketemu. Sambil menanyakan uang masuk dll,..kami sempatkan ngobrol tentang keseharian kami. Iseng-iseng kutanya, “Bu, gimana raport putra-putranya”,..”Bagus, nilainya naik-naik, tapi kalau dibandingkan rata-rata kelas harus lebih giat lagi niich,”..jawabnya. Lalu beliau cerita tentang kegiatan anak-anaknya selama liburan. “Eh, tau nggak mbak, selama liburan ini kan banyak film anak-anak tuuh. Kalau saya sengaja sesudah mereka nonton selalu saya ajukan pertanyaan seperti ini:,.gimana alur ceritanya?.siapa aja tokoh ceritanya,..apa pendapat mereka tentang tayangan itu,”..katanya panjang lebar. “Wah,..apa nggak terlalu berat buat mereka bu?..kita aja baru ditanya seperti itu sesudah kita SMP ke atas”, kataku mengomentari. Beliau menjawab,”Iya sih,.cuman sedari dini mereka harus dilatih seperti itu supaya otaknya jalan”..jawabnya. “Supaya wawasan mereka luas,” tambahnya lagi. Ooh,..bagus juga jalan pikiran si ibu ini.

“Eh, mbak, udah nonton film Kungfu Panda belum?” tanya nya. “Belum”, jawabku. “Iya, itu cerita tentang si panda yang mau diajarin kungfu sama gurunya, tapi si panda yang gemuk itu nggak mau. Akhirnya gurunya cari akal dengan cara memberikan apa yang disukainya yaitu makanan. Akhirnya si Panda pun mau berlatih”. Ceritanya. “Naah, saya tanya sama anak-anak,..apa makna yang didapat dari cerita itu..”. Lanjutnya. “Apa bu maknanya?”..ujarku. “Iya,..dalam mengajar masing-masing individu itu tidak sama, ada berbagai macam-macam cara sesuai dengan karakter mereka. Kita yang mengajarkannya harus faham mengenai hal itu”, jawabnya. “Ooh, kalau begitu bu,..kalau mau ngajar saya, berarti harus cari cara seperti ke panda, karena saya juga doyan makan”..candaku,..”huaahahah..daasaar!!!”, beliau menjawab sambil tertawa.

Waah,..tak disangka,..tidak hanya saldo, kudapatkan juga ilmu tentang pengajaran hidup niichh,..Alhamdulillaah….

Ketika menghadapi suatu kenyataan yang sama sekali di luar dugaan, apa yang kita lakukan?..Stress, menyesali diri,..frustasi..??? atau menarik nafas, mendinginkan kepala dengan menyiramnya (hihi..),..atau beristighfar dan mencoba berpasrah diri…??????

Seperti yang kualami hari ini. ada hal yang sama sekali tak pernah sekalipun kuimpikan akhirnya terjadi juga,..awalnya kaget suraget, efeknya sudah bisa dipastikan bawaannya jadi jutek plus bete,..tapi alhamdulillah hal itu nggak berlangsung terlalu lama. Aku coba introspeksi diri,..menenangkan diri dengan menyendiri di mushola sambil istighfar, mencoba menfokuskan diri pada Illahi. Walaupun kutahan,..menetes juga airmataku. Akhirnya setelah beberapa saat,.kudapatkan juga ketenangan itu. Tiba-tiba dada terasa lega,..rasanya hati menjadi ringan. Alhamdulillah. Walaupun tetap kenyataan itu harus kuhadapi, tapi ada rasa optimis bisa menyelesaikannya. Insya allah bisa kuhadapi dengan senyum lebar,..bisa..Bisa..BIsa..BISa..BISA.!!!!!

Dua hari yang lalu ketika membongkar buku-buku B. Jepangku, terselip di dalamnya beberapa pucuk surat perpisahan dari teman-temanku di Jepang. Dengan berbagai rasa, ku buka dan kubaca satu persatu isinya. Yang pertama adalah surat bersampul warna coklat dari teman-teman kantorku. Di dalamnya kutemukan sebuah post card bergambar seorang wanita Jepang memakai kimono. Selain itu ada sebuah kartu ucapan lagi yang ditempeli oleh bunga sakura, direkat memakai isolasi. Duuh,..jadi terkenang-kenang waktu di sana,..hiks…

Ada beberapa tulisan yang ditulis masing-masing oleh empat orang teman perempuanku. Kutulis terjemahannya dari masing-masing mereka yaa…

Dari Takayanagi san:

Teruntuk Ry san,

Sudah tiba waktunya kita berpisah ya. Nggak tahu kenapa rasanya kita akan selalu bekerja bersama. Kalau waktunya lebih banyak lagi, sebenarnya kita bisa mencoba berbagai hal lebih banyak lagi ya. Ry yang selalu tersenyum, ketika pulang ke Indonesia pun jangan lupa untuk selalu tersenyum ya! Bekerja yang giat ya!
Saya dengar ini tugas terakhir Ry san di Jepang, tapi lain kali main lagi ke sini ya atau sekalian bulan madu…saya sambut dengan sepenuh hati. Jaga diri baik-baik. Bye..bye..

Dari Chie:

Teruntuk Ry san,

Jika kamu merasa rindu, telepon saya kapan pun ya!,..semangat!! Terima kasih untuk semuanya.

Dari Komatsu:

Teruntuk Ry san:

Saya sedih Ry san pulang ke Indonesia.
Datang lagi ya!
Datang lagi ya!
Datang lagi ya!
Telepon saya ya!

Dari Uta:

Teruntuk Ry san,

Terima kasih untuk jerih payahmu sebagai seorang penterjemah. Walaupun kamu sudah berada di Indonesia, jangan lupakan kami ya!!! Sayonara.

Hmm,…rasanya pengen banget ketemu sama mereka lagi,..bermain sama-sama, bercanda sama-sama,..tulalit bersama karena bahasa kadang-kadang nggak nyambung..hehe. Mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan lagi untuk pergi ke sana. Amiin

Kalau ditanya apa yang jadi obsesiku…salah satunya adalah lulus ujian bahasa Jepang Level 1! Sudah berkali-kali ikut test, belum goal juga, selalu kurang dua atau tiga angka di bawah nilai minimal. Memang, menurut orang Jepang sendiri, ujian ini termasuk sangat sulit. Belum tentu mereka pun lulus dengan gampang. Ada lebih dari tiga ribu huruf kanji yang harus dihafal. Belum lagi tatabahasanya,…hmm,..tapi terus terang bagiku sangat menantang!

Sudah lebih dari tiga kali aku mengikuti ujian yang diadakan bulan Desember minggu pertama di setiap tahunnya ini. Dua kali diantaranya aku mengikutinya di Universitas Nagoya dan di Universitas Nanzan di Jepang. Ada kesan yang berbeda ketika kita berada di negara asalnya. Untuk level tertinggi ini pesertanya cukup banyak dan terdiri dari berbagai negara. Yang seruangan denganku waktu itu ada yang dari Amerika, Brazil, Italia, Filipina, China, Australia, Inggris, Malaysia,..dan dari berbagai negara lainnya. Mungkin cocok juga dengan ungkapan ini, berbeda-beda tapi satu bahasa, yaitu B. Jepang..hehe. Lucu juga,.masing-masing berbicara dalam B. Jepang tapi dengan logat yang berbeda-beda sehingga jadi rada terdengar aneh..hihi..

Aku pun pernah ikut bimbingan belajar di Hamamatsu untuk persiapan mengikuti ujian ini. Satu kelas ada lima orang. Kesemuanya orang Brazil. kadang-kadang aku nggak “mudeng” juga ketika guru kami menjelaskan sesuatu dan tidak bisa dipahami, beliau kemudian nyerocos menerangkannya dalam B. Purtugal,..walaah..walaaah,..sensei,..tambah rieeuuuuurrrrr niich!!!!

Insya allah tahun ini aku akan mencoba lagi, kalaupun gagal lagi,..tahun depannya ikut lagi…sampai berhasil. Tapppiii…maunya seeehhhh,….tahun ini luluuss,….amiin!!!,..udah mulai buka-buka buku lagi nich,.luruskan niat, sempurnakan ikhtiar,…GANBARIMASu!!! Doakan yaaaa!!!!……………….

Masih agak lelah. Masih agak ngantuk. Tapi ada kesan yang mendalam dan keharuan tersendiri ketika me “review” kembali ingatan kemarin. Sebetulnya dibanding sebelum-sebelumnya aku tidak terlalu sibuk. Tapi entahlah, mungkin karena tidur kemalaman jadi efeknya kebawa sampai sekarang. nguap terus,..hehe.

Kemarin ada silaturahim akbar TC. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, jumlah wilayah yang hadir mencapai jumlah paling banyak. Majalengka, Kuningan, Tasik, Bogor, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, Cianjur, dan lima wilayah di Bandung Raya. Subhanallah!!!,..nggak pernah terbayangkan sebelumnya! Allahu Akbar!. Tapi sayang sekali Garut sudah beberapa kali tidak ada perwakilannya yang hadir. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi. Amiin.

Presentasi masing-masing wilayah cukup menarik untuk di simak,..hanya sayang waktunya sempit jadi nggak begitu banyak yang bisa dipresentasikan.

Tausyiah dari Ust. Reza luar biasa. walaupun seperti biasa nggak bisa konsentrasi penuh. Ada sebuah sms yang bikin kaget. Sebuah masalah yang harusnya tidak terjadi. Sebuah kesalahpahaman yang sebetulnya tidak ada hubungannya denganku….hmm.., akhirnya dengan berat hati kutinggalkan ruangan dan menyelesaikan masalah itu. Alhamdulillah akhirnya bisa diatasi. Walaupun bagiku meninggalkan sebuah PR besar untuk mengantisipasinya ke depan.

Ba`da dzuhur,.acara dilanjutkan. Ada sebuah kebahagiaan sendiri ketika Aa menyempatkan diri menyampaikan suatu tausyiah pendek yang isinya sangat dalam, yang membuat aku merenung dan mencoba introspeksi diri. Perasaan itu bertambah ketika Ketua Umum kami menyampaikan kata-kata yang kurasakan sebagai pembangkit kesadaran tentang untuk apa aku ada di komunitas ini. Mengena banget….

Selesai acara, hampir selalu dipastikan ada acara lain lagi,..hehe.., walaupun nggak formal tapi pokok bahasan yang didiskusikan penting untuk segera direalisasikan. Terus terang aku suka seperti itu, bikin otak selalu hidup, dipacu supaya nggak malas.

Makan siang di hari itu bisa dibilang cepat juga jika dibandingkan dengan kalau ada meeting-meeting sebelumnya, biasanya jadwal makan siangku terlewat, disatukan dengan makan malam,..itupun biasanya lambat juga..hihi… Suasana makan yang menyenangkan. Ada kehangatan suasana yang kurasakan disana. Alhamdulillah.

Ba`da ashar ketika bersiap-siap untuk pulang, kami kebingungan untuk mengamankan barang dari TC Tangerang ke rumah salah seorang pengurus TC. Allahu Akbar!! Allah memberikan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka. Tiba-tiba lewat kendaraan saudara T. Lala. Diantarlah kami ke rumah Vina. Alhamdulillah.

Episode perjalanan kami belum berakhir sampai disitu,..hehe.., Seperti biasa ide spontan muncul. Belum sempat pamitan ke ade,..awalnya kami hanya mau bertemu sebentar dan pamit,..tapi….tawaran untuk botram begitu menggoda,..ya sudah,..seperti biasa pula kami pulang selepas isya.

Aktivitas putra-putri nya ade sungguh menarik perhatianku. Masih kecil tapi sudah punya sikap tanggung jawab dan “hideng” kalau kata bahasa Sunda. Terkagum-kagum melihat tingkah mereka. Bersyukur orangtuanya mendidik mereka dengan baik. Alhamdulillah. Semoga jadi anak-anak yang berbakti pada orangtuanya. Amiin.

Pulang, ..sampai di rumah jam sembilan lewat dikit. Enos sudah terkantuk-kantuk menungguku. Keponakanku yang berusia tujuh tahun pun sudah hampir terlelap di kamarku. Begitu aku masuk kamar dia terbangun dan bercerita dengan gaya kanak-kanaknya. Ada satu perkataannya yang bikin aku tersenyum sekaligus senang juga ketika dia cerita tentang cita-citanya. “Bi, aku mah da nanti kalau udah gede nggak mau jadi dokter. Tapi mau jadi penulis komik. Boleh nggak bi? Nih lihat buatanku,” katanya sambil memperlihatkan karyanya. Hmm,..kalau kulihat sih bisa dibilang bagus buat anak seusianya. Gambar dan tulisannya nyambung. Semangat terus Gin,..!!!

Ah,..hari yang penuh hikmah! Alhamdulillah!! Terima kasih ya Allah, terima kasih hamba masih diberi kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri semua karunia Mu ini. Amiin.

Ahad minggu kemarin penasaran ikut pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh BUKM. Ada 20 orang peserta yang hadir dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Yang menjadi pematerinya adalah orang yang belakangan ini cukup familiar bagiku.

Materi demi materi tersaji, diawali dengan perkenalan masing-masing peserta yang akhirnya dijadikan satu kelompok, angkatan ke-1 dari program pelatihan tersebut. Satu yang kutakutkan..tapi alhamdulillah itu tidak terjadi. Biasanya di setiap acara yang memerlukan duduk lama aku punya kebiasaan buruk,..tidak bisa menahan kantuk!!! Tapi alhamdulillah di hari itu sang virus tidak berani menghampiriku. Mungkin karena aku merasa nyaman dan tertarik pada apa yang disampaikan…

Ada satu yang menjadi PR,..yang masih belum bisa kukerjakan secara maksimal,…masing-masing peserta harus mempunyai usaha dulu sebelum mengambil sertifikat!!!…weleeh weeleeh,..suatu tantangan yang menarik sekaligus bikin otak berpikir keras untuk mencari lapangan usaha apa yang cocok untuk ku garap…

Udah mulai sih sekarang merintis suatu usaha kecil-kecilan,..tapi kayaknya belum memenuhi syarat buat ngambil sertifikat,…hmmm,…nggak bisa leha-leha nich, harus mulai jalan cepat,..atau mungkin harus mulai lari-lari kecil untuk mengawali lari lebih kencang lagi,..mohon doa.

Hari ini banyak sekali hal yang luar biasa. Nggak tahu ya, tapi menurut temanku katanya aku sedang merasa tertekan oleh suatu persoalan. Tapi aku sendiri juga nggak ngeh masalah apa…..(???). Yang pasti aku hari ini cepat tersinggung. Sehingga aku wanti-wanti ke orang-orang yang ada di sekitarku untuk tidak mendekatiku. Untung di ruanganku hanya ada berdua. Duduknya lumayan berjauhan, dan dia kayaknya nggak mau cari perkara denganku,..jadi dari pagi asyik dengan kompie nya.

Yna kena ternyata salah seorang adikku,..hiks…maaf ya de,…kayaknya lumayan shock deh sama apa yang ku tulis di YM,…moga-moga mau memaafkan,….

Sekarang udah hampir jam 1 malam. Aku baru bisa kirim e mail buat laporan buletin, dan kirim dokumen ke temanku. Khawatir besok internet di kantor ngadat lagi,..

Ngantuk,..cape..tapi kayaknya aku harus introspeksi diri dulu dengan berbagai kejadian akhir-akhir ini,…dan menelusuri apa yang menjadi penyebab aku ingin mundur,…..semoga bisa menemukan solusinya. amiin.

Udah dulu ah,..takut dimarahin ade karena tagihan telkeponnya naik,..hehe..

Pagi ini. Begitu turun dari jemputan,..udara dingin menyambutku. Alhamdulillah,..Allah masih memberikan kesempatan untuk menjalani hari ini. Entahlah..pagi ini rasanya berbeda dari hari-hari sebelumnya. Biasanya aku selalu tergesa-gesa memasuki ruang kantor ku, namun kali ini kusempatkan untuk menikmati suasana di sekelilingku. Ku lihat ke arah kanan jalan menuju pabrik,..pohon Palm berjajar rapi,..sementara di sudut sebelah sana terlihat Gunung Malabar menjulang tinggi. Subhanallah, Maha Besar Allah! Lalu kulayangkan pandanganku ke depan. Berbagai pohon tumbuh di halaman kantorku yang cukup luas,..pohon pinus,..lengkeng, pepaya,.kelapa,..dan masih banyak lagi yang membangkitkan udara segar. Di belakangnya, tidak begitu jauh nampak sebuah bukit hijau yang mulai botak disebut Gunung Anjing (nggak tahu kenapa dinamai seperti itu) menambah indahnya suasana. Burung-burung pun berkicau dengan riangnya, terbang dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Sementara itu di kolam depan kantorku pun ikan-ikan berenang kian kemari. Duuh…rugi sekali aku jika tidak mensyukuri semua ini. Alhamdulillah ya Allah,..alhamdulillah. Semoga keindahan ini tidak cepat berlalu. Amiin.