Masih agak lelah. Masih agak ngantuk. Tapi ada kesan yang mendalam dan keharuan tersendiri ketika me “review” kembali ingatan kemarin. Sebetulnya dibanding sebelum-sebelumnya aku tidak terlalu sibuk. Tapi entahlah, mungkin karena tidur kemalaman jadi efeknya kebawa sampai sekarang. nguap terus,..hehe.
Kemarin ada silaturahim akbar TC. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, jumlah wilayah yang hadir mencapai jumlah paling banyak. Majalengka, Kuningan, Tasik, Bogor, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, Cianjur, dan lima wilayah di Bandung Raya. Subhanallah!!!,..nggak pernah terbayangkan sebelumnya! Allahu Akbar!. Tapi sayang sekali Garut sudah beberapa kali tidak ada perwakilannya yang hadir. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi. Amiin.
Presentasi masing-masing wilayah cukup menarik untuk di simak,..hanya sayang waktunya sempit jadi nggak begitu banyak yang bisa dipresentasikan.
Tausyiah dari Ust. Reza luar biasa. walaupun seperti biasa nggak bisa konsentrasi penuh. Ada sebuah sms yang bikin kaget. Sebuah masalah yang harusnya tidak terjadi. Sebuah kesalahpahaman yang sebetulnya tidak ada hubungannya denganku….hmm.., akhirnya dengan berat hati kutinggalkan ruangan dan menyelesaikan masalah itu. Alhamdulillah akhirnya bisa diatasi. Walaupun bagiku meninggalkan sebuah PR besar untuk mengantisipasinya ke depan.
Ba`da dzuhur,.acara dilanjutkan. Ada sebuah kebahagiaan sendiri ketika Aa menyempatkan diri menyampaikan suatu tausyiah pendek yang isinya sangat dalam, yang membuat aku merenung dan mencoba introspeksi diri. Perasaan itu bertambah ketika Ketua Umum kami menyampaikan kata-kata yang kurasakan sebagai pembangkit kesadaran tentang untuk apa aku ada di komunitas ini. Mengena banget….
Selesai acara, hampir selalu dipastikan ada acara lain lagi,..hehe.., walaupun nggak formal tapi pokok bahasan yang didiskusikan penting untuk segera direalisasikan. Terus terang aku suka seperti itu, bikin otak selalu hidup, dipacu supaya nggak malas.
Makan siang di hari itu bisa dibilang cepat juga jika dibandingkan dengan kalau ada meeting-meeting sebelumnya, biasanya jadwal makan siangku terlewat, disatukan dengan makan malam,..itupun biasanya lambat juga..hihi… Suasana makan yang menyenangkan. Ada kehangatan suasana yang kurasakan disana. Alhamdulillah.
Ba`da ashar ketika bersiap-siap untuk pulang, kami kebingungan untuk mengamankan barang dari TC Tangerang ke rumah salah seorang pengurus TC. Allahu Akbar!! Allah memberikan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka. Tiba-tiba lewat kendaraan saudara T. Lala. Diantarlah kami ke rumah Vina. Alhamdulillah.
Episode perjalanan kami belum berakhir sampai disitu,..hehe.., Seperti biasa ide spontan muncul. Belum sempat pamitan ke ade,..awalnya kami hanya mau bertemu sebentar dan pamit,..tapi….tawaran untuk botram begitu menggoda,..ya sudah,..seperti biasa pula kami pulang selepas isya.
Aktivitas putra-putri nya ade sungguh menarik perhatianku. Masih kecil tapi sudah punya sikap tanggung jawab dan “hideng” kalau kata bahasa Sunda. Terkagum-kagum melihat tingkah mereka. Bersyukur orangtuanya mendidik mereka dengan baik. Alhamdulillah. Semoga jadi anak-anak yang berbakti pada orangtuanya. Amiin.
Pulang, ..sampai di rumah jam sembilan lewat dikit. Enos sudah terkantuk-kantuk menungguku. Keponakanku yang berusia tujuh tahun pun sudah hampir terlelap di kamarku. Begitu aku masuk kamar dia terbangun dan bercerita dengan gaya kanak-kanaknya. Ada satu perkataannya yang bikin aku tersenyum sekaligus senang juga ketika dia cerita tentang cita-citanya. “Bi, aku mah da nanti kalau udah gede nggak mau jadi dokter. Tapi mau jadi penulis komik. Boleh nggak bi? Nih lihat buatanku,” katanya sambil memperlihatkan karyanya. Hmm,..kalau kulihat sih bisa dibilang bagus buat anak seusianya. Gambar dan tulisannya nyambung. Semangat terus Gin,..!!!
Ah,..hari yang penuh hikmah! Alhamdulillah!! Terima kasih ya Allah, terima kasih hamba masih diberi kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri semua karunia Mu ini. Amiin.