Arsip Bulanan: Agustus 2008

Ali RA berkata:

1. “Ilmu adalah sebaik-baiknya harta warisan.

2. Sopan santun adalah sebaik-baik perolehan.

3. Taqwa adalah sebaik-baik bekal ke akhirat.

4. Ibadah adalah sebaik-baik harta perniagaan.

5. Amal shalih adalah sebaik-baik penuntun (ke surga).

6. Budi pekerti yang mulia adalah sebaik-baik teman.

7. Sifat hilm (santun) adalah sebaik-baik pembantu.

8. Qana`ah adalah sebaik-baik kekayaan.

9. Taufiq adalah sebaik-baik pertolongan.

10.Mati adalah sebaik-baik pendidik (menuju kebaikan akhlak).”

“Nashaihul Ibad Santun & Bijak; Imam Nawawi Al-Bantani; Hal.386-387″

Sakit perut. Kayaknya maag nya kambuh. Padahal sudah dari hampir setahun yang lalu nggak kumat. Kenapa ya?…sepertinya salah makan. Akhir-akhir ini terlalu sering makan yang pedas-pedas kali ya. Duh,…mana ada yang harus dikerjakan lagi….,…………….gimana doong???

Sudah tiga hari tidak menulis. Kemarin hampir seharian dinas luar, jadi nggak sempet buat curat-coret di sini. Dua hari sebelumnya juga ada pekerjaan lain yang harus terlebih dahulu diselesaikan.

Di waktu luang yang tersisa kusempatkan untuk membaca dua buah buku baru yang luar biasa. Yang pertama adalah buku “Bidadari-bidadari Surga” karya Tere Liye, pemberian de aim (nuhun ya de). Bercerita tentang perjuangan dan pengorbanan seorang wanita untuk adik-adik dan keluarganya. Haduh,..terharu banget. Sampai-sampai sering nggak terasa mencucurkan air mata.

Buku yang kedua bikin semangat buat menulis bertambah. Itu lho buku “Menulis dengan gembira”,.karyanya Pak Ersis Warmansyah Abbas. (Terima kasih ya pak kiriman bukunya!!!). Belum habis semua dibaca,..tapi udah bikin nggak sabar mau cepet-cepet nulis..hehe…

Ada satu buku lagi yang menunggu buat dibaca, karyanya Ust.Hanan Attaqi. Udah sedikit mulai dibuka-buka juga.

Ada satu keinginan nich yang belum kesampaian. Membuat tulisan dalam bahasa Sunda. Kayaknya asyik tuh. Mulai bikin ah,..hmm,..kayaknya lebih baik dibikin blog baru ya,…yess,…mau bikin aah…

Sabtu, 23 Agusstus 2008. Ba’da maghrib di sebuah acara, di kawasan Bandung Utara. Aku berkerumun dengan beberapa orang temanku di stand mie kocok. Suasana tidak begitu terang karena penerangan yang ada terhitung minim. Lumayan banyak kerumunan di berbagai stand yang ada di sana,..terdengar tawa canda di mana-mana. Cukup akrab dan hangat walaupun sebagian besar mereka berkenalan baru satu atau dua jam sebelumnya, bahkan mungkin ada yang baru kenal satu atau dua menit yang lalu. Seperti aku dan temanku..hehe..

Setelah mendapatkan masing-masing seporsi mie kocok, kami mencari tempat duduk. Kursi-kursi sudah penuh terisi,..akhirnya kami memutuskan duduk di teras sebuah bangunan. Sudah banyak orang juga disitu. “Bismillah,..ku suapkan sesendok mie ke mulutku,..hmm..nyam..nyam.., alhamdulillah”…Dan kami pun asyik menyantapnya. Ketika hampir habis ku lihat ada baso nya. Dengan semangat empat lima ku masukkan ke mulutku,…tapi….rasanya aneeh,.asem,…rada-rada pahit,…..duh….ternyata bukan bakso tapi jeruk purut yang kumakan!!,.(kalau di remang-remang seperti bakso siiihhh..).segera ku muntahkan lagi dan kuceritakan pada temanku kejadian yang ku alami. Komentarnya?.”Ih,.saya juga sama,…jeruknya kemakan ,..tapi malu mau cerita,.jadi diam-diam saya buang,” katanya. Orang-orang yang berada di sekitar kami rupanya mendengar apa yang kami perbincangkan. Tiba-tiba suasana menjadi ramai karena masing-masing dari mereka juga ternyata mengalami nasib yang sama….hihi……akhirnya kami tertawa-tawa,..ramai menertawakan diri sendiri…hehe…., salah satu mereka berkomentar padaku,”Mbak,..kalau tadi mbak nggak bilang mungkin nggak ada yang tau ya kita ngalamin kejadian yang sama”, katanya….hehe..iya ya…, ada-ada aja…

Rasulullah SAW bersabda:

Ada enam hal yang aneh di enam tempat, yaitu:

1. Mesjid terasa aneh (asing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak suka melakukan shalat di dalamnya.

2. Mushaf terasa aneh (asing) jika berada di rumah orang yang tidak suka membacanya.

3. Al Qur`an terasa aneh (asing) jika berada di hati orang fasiq.

4. Wanita muslimah yang shalihah terasa aneh (asing) jika berada dalam kekuasaan suami yang zhalim, yang buruk ahlaqnya.

5. Lelaki muslim yang shalih terasa aneh (asing) jika berada dalam kekuasaan wanita yang hina dan buruk ahlaqnya.

6. Orang `alim terasa aneh (asing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak mau mendengarkan nasihatnya.

Nashihul Ibad menjadi santun & bijak; Imam Nawawi Al-Bantani; Hal.277-278.

Alhamdulillah kemarin neng enos boronos, kucingku melahirkan dua ekor putra putri yang cantik dan rupawan, berbulu hitam putih seperti ibunya. Ini adalah anak yang entah ke berapa dari neng enos dan cep ameng. Selamat ya nos-meng,…mudah-mudahan anak-anak kalian jadi anak yang manis dan tidak mencuri,..hehe..selamat!!

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:

1. “Tidak ada kebaikan dalam shalat yang tidak disertai khusyu’;

2. Tidak ada kebaikan dalam puasa yang tidak disertai dengan penjagaan seluruh anggota badan dari hal-hal yang tidak bermanfaat;

3. Tidak ada kebaikan dalam membaca Al Qur`an yang tidak disertai dengan tadabbur.

4. Tidak ada kebaikan dalam memiliki ilmu yang tidak disertai wara’;

5. Tidak ada kebaikan dalam harta yang tidak disertai dengan sifat pemurah;

6. Tidak ada kebaikan dalam persaudaraan yang tidak disertai sikap saling menjaga;

7. Tidak ada kebaikan dalam kenikmatan yang tidak kekal; dan

8. Tidak ada kebaikan dalam doa yang tidak disertai keikhlasan.

Nashaihul Ibad menjadi santun & bijak; Imam Nawawi Al-Bantani; hal353-354.

Waaah,…gini nich kalau udah kecanduan nulis…., jam kerja malah dipakai buat nge blog..hehe..maaf bapak-bapak,.ibu-ibu,.teteh-teteh,..akang-akang,..ditengah kesibukan kalian bekerja, aku malah berkarya,…., jangan marah ya!..ya!..ya!

Sudah kesekian kalinya aku dapat raport merah dari temanku. Entah kenapa, hampir di setiap kegiatanku dianggap salah oleh nya. Hmm,..walaupun sambil harus mengernyitkan kening,..kupikir aku harus cepat introspeksi diri,..apakah yang dikatakannya benar atau memang dia “senang memberi raport merah”, kalau kata istilahnya mas Amri mah.

Yang tidak habis pikir,..ketika aku punya teman karib (akwat tentunya..) kok dipermasalahkan juga olehnya. Emang salah ya kalau kita akrab dengan seseorang. Mending kalau dia memendam sendiri ketidaksukaannya itu,..tapi kenapa sih mesti diomong-omongin ke orang lain. Kayaknya nggak lucu. Dan kupikir nggak salah kan kalau kita bergaul. Toh, yang kutahu dia juga punya teman akrab,…dan aku sama sekali nggak mempermasalahkannya. Monggo, silakan.

Bukan satu kali saja kudengar berita miring tentangku. Hampir di setiap kegiatan yang kami lakukan, selaluuuuuuu aja ada komentar tentangku yang kurang bagus setelah itu.. Kenapa sih?…aku kan selebritis juga bukan,..ko gitu seeeh!!!!..teganya teganya teganya….

Tapi anehnya kalau kami sedang terlibat dalam suatu kegiatan, ramahnya bukan main,..baik hati dan tidak sombong. Sama sekali tidak memperlihatkan rasa tidak sukanya. Padahal kalau buat aku seeh, lebih enak kalau dia terus terang bilang ketidaksetujuannya pada sikapku atau apalah,…

Ketika tadi pagi aku mengeluhkan hal ini sama mas Amri, beliau berkata,”Bersyukurlah kalau kita dapat raport merah, itu berarti masih sekolah. Sebab banyak orang tidak mendapat raport, karena nggak sekolah”.

Kubalas,”Begitu ya, iya ya..kita harus giat lagi belajar memperbaiki diri, introspeksi ya,”.Komentar beliau,”Di samping memperbaiki diri, juga tidak perlu dipikirkan rumit, sebab ada juga orang yang hobinya memberi raport merah, sedangkan dirinya tidak sekolah”.

Ya sudah,.maafin aku ya kalau tanpa sadar, ataupun sadar,..tidak sengaja ataupun sengaja sudah membuatmu tersinggung dan tidak nyaman ada dekat-dekat aku. (tapi aku bukan virus lhoooo!!!…). Tolong bilang terus terang dong apa mau mu?….Kalau ingin main sama-sama,..ayoo, aku terbuka buat siapa pun,..tapi jangan bilang ada geng-gengan dong!!!!,…

Hiks,..maaf kalau curhat di sini,..tapi aku mau temanku tercinta itu baca tulisan ini. Yuuk,..kita baikan yuuuk.

“Oh laptopku,…dulu kau begitu gagah mempesona,…membikin mata setiap orang tertuju padamu, memandangku penuh iri ingin memilikimu. Tapi,..seiring waktu berlalu,..zaman berganti zaman,..badanmu yang dulu mulus hitam mengkilat sudah mulai menjadi kusam. Predikatmu si nomor satu sudah berganti julukan menjadi si “Jadul”… sekarang kau mulai tua renta, sakit-sakitan, seringkali tidak mampu menanggung beban sehingga terjungkal di tengah jalan..(kalau udah gitu aku yang repot top…nggak sempet nge save..harus ngulang dari awal..hiks..). Tapi walau bagaimanapun wujudmu,…suerrr,..aku tetap dan semakin menyayangimu top,….(maklum belum bisa beli yang baru,..hehehe..)”.

My lavely laptop sudah berusia sekitar delapan tahun (waaaww),..suatu usia yang mungkin terbilang sangat tua untuk sebuah barang elektronik sejenisnya. Kudapatkan ketika akan pulang ke Indonesia bulan Maret tahun 2000, hadiah patungan dari lima pabrik Kanebo Textile di Jepang (pabrik Hamamatsu, Izumo, Ogaki, Suzuka, dan Nagahama). Suatu hadiah terindah yang kudapat selama bertugas di Jepang (minasan, arigatou).

Kalau melihat si “dia” (laptop maksudnya…). Kadang suka terkenang masa muda dulu (sekarang juga masih muda seeehhh,..masih balita, bawah lima puluh tahun..hi..hi..). banyak sekali kenangan indah bersamanya,.ciee…. waktu aku ke Jepang lagi tahun 2001,..dia setia menemaniku. Ingat waktu ikut lomba poster pake kompie,…dia membantuku menyelesaikan karyaku. Dan alhamdulillah kita juara dua waktu itu se pabrik Hamamatsu,.mengalahkan orang-orang Jepang disana.,,,(horreee!!!!…). Dan hadiahnya?..kita dapat voucher belanja dan sabun Kanebo..asyiiik!!!..

Sekarang juga walaupun udah nggak bisa diajak berlari,..dia masih setia dan sabar waktu jariku menonjok2 badannya mencet keyboard. Semoga engkau panjang umur top! Jangan tinggalkan aku ya..(sebelum punya yang baru..hehe..),..akan kurawat kau dengan sepenuh hati,…Luv U Top!!!

Lagi nggak konsen ke pekerjaan. Maunya nuliiiiis terus,…maksudnya nulis di blog,..hehe,…tapi baru kesampaian sekarang, di jam istirahat. Tadi sewaktu kerja,..curi-curi waktu baca blog dan ngasih komen di blog nya teman-teman.

Biasaaa,…ada hal yang lagi jadi pikiran. Ketika tadi ngobrol sama mas Amri. Iseng-iseng ku tulis, “Mas,…lagi pusing nich”. Jawaban beliau, “Tinggal bersyukur masih punya kepala”. Terus ku jawab lagi,”Tapi ini pusingnya bukan kepalanya mas,.tapi isi kepalanya,.lagi ada beban pikiran gitu lho”… Komentar beliau lagi,”Belajar menyederhana hidup saja”. Hmmm,..jawaban yang singkat tapi maknanya dalem bangeet…..(bisa kan sahabat-sahabat menjabarkannya?)..hehe.

Akhirnya jawabannya sama, sabar dan syukur, dan seperti yang tertulis di sms adikku (baca `Urat Oret`). “…, semua yang terjadi hanyalah washilah, jalan untuk lebih mencintai Allah”.

Udah dulu ah,..nerusin kerja dulu.