Arsip Bulanan: September 2008

Jangan terlalu lama tengglam dalam luka”, Ok???!!!

Sudahlah, hentikan sedu sedan mu itu
Tangis pilu untuk yang tak perlu
Lupakan masa lalu
Sambut hidup baru
Bangkit!!

Pengumuman..pengumuman,…Bapak-bapak, ibu-ibu, ade-ade,..maaf hari ini nggak bikin tulisan, lagi fokus ke hal lain. Mudah-mudahan besok sudah normal lagi. Pengumuman selesai.

Hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Tadi pagi sahabatku mengingatkan lewat telepon,”Sudah saatnya fokus ke ibadah, jangan mikirin yang lain dulu. Kapan dong waktu buat tilawah, taraweh dan itikafnya?” katanya. Deg!!!,..pasti ini teguran dari Allah melalui dia. Sepanjang pagi itu sampai saat ini aku merenung, menafakuri kegiatan ramadhanku dari awal sampai sekarang. Ternyata “tabunganku” masih kosong! Tilawahku jauh dari optimal, taraweh, qiamullail ku masih sering tidak khusyu. Muamallah masih kurang, ke orangtua apalagi, kurang sekali dalam menyenangkan hati mereka.

Ada satu hal yang sebetulnya tidak boleh melemahkan aktivitasku, tapi seringkali menguras dan mengalihkan konsentrasiku dalam beribadah. “Sakit” dari sebelum Ramadhan, sampai sekarang belum sembuh total, kadang-kadang membuat pertahananku melemah dan lengah. Mungkin ini ujian keimanan buatku,..semoga aku bisa melewatinya dengan penuh rasa syukur kepada-Nya.

Di delapan hari terakhir ini untuk sementara waktu aku ingin berhenti sejenak dari aktivitasku, dan melupakan PR – PR programku. Izinkan aku menyelesaikannya selepas ramadhan ini ya. Sekarang aku ingin rehat sejenak untuk mengisi rohaniku yang mulai mongering.

Untuk mengingatkan diri sendiri yang seringkali lalai dalam memenuhi panggilan Illahi”

Dengar! Dengar!!
Panggilan Nya sudah berkumandang!
Mengajak kita untuk bersimpuh memadu rindu
Memanggil kita dengan limpahan kasih sayang Nya

Tapi….hei!, kenapa kau tak peduli?
Kau makin asyik dengan kegiatan duniawi
Tenggelam dalam berjuta mimpi
Sapaan Nya kau anggap sepi

Bangkit, bangkit, bangkitlah kawan!
Waktu kita tak lama lagi
Mungkin sedetik lagi kita kan mati
Ayo..ayo..tak usah menanti
Mari kita sambut panggilan Illahi
Jangan kita tunda lagi

Tidak terasa sudah sembilan belas hari berlalu di bulan Ramadhan ini, sepuluh hari terakhir pun datang menjelang. Bagaimana dengan target-target kita? Sudah tercapaikah, atau sudah mendekati garis finish kah?….atau……sama sekali terlupakan???……

Ketika kutanyakan hal yang sama pada diriku sendiri, jadi malu hati. Sebagian besar masih di awang-awang, hanya sebagian kecil yang baru kulaksanakan, itu pun belum sempurna. Makin hari makin menciut hati,..ya Allah, ramadankanlah hatiku agar bisa sepenuhnya tertuju pada Mu.

Sepuluh hari terakhir tak akan kusia-siakan. Insya allah. Semoga Allah memberi kesempatan. Amin.

(Teruntuk sahabatku tercinta, Ajeng di Surabaya yang wafat hari Kamis, 18 September 2008. Semoga Allah mengampuni segala dosa mu dan menerima amal baikmu. Sahabat..kau inspirasiku. Terima kasihku untukmu”)

Terhenyak aku
Lidah ku pun kelu
Dadaku bertalu talu

Berita itu serasa menampar mukaku
Mimpikah aku..mimpikah aku, berkali-kali ku seru
Air mata tak sanggup menahan gemuruh jiwaku
Pilu…

Sahabat…
Kita tak pernah bertemu
Tapi ku tahu hati kita terpaut satu
Hati kita selalu menyatu

Sahabat
Sakitmu tak membuatmu layu
Tegar, tangguh, itu yang ku tahu darimu
Senantiasa senyum memuji Rabb mu

Selamat jalan sahabat
Kembalilah ke haribaan Nya yang selalu kau rindu
Doa ku untukmu
Syurga Firdaus bahagia menantimu

Amiin

Pagi tadi di rumahku kedatangan tamu yang cukup bikin heboh. Seekor ular kawat kecil tiba-tiba muncul tidak jauh dari pintu kamarku. Semula ku kira hanya sebuah karet plastik atau benang,..tapi setelah ku dekati ternyata seperti ada kepalanya dan mengkilat. Kupanggil adikku untuk meyakinkannya,..tiba-tiba dia bergerak!!,…kontan aku berteriak dan loncat masuk kamar. Bukan apa-apa,…bukan benci,..tapi rasanya aku tak sanggup bertemu tiba-tiba dengan dia. Aku takut dengan binatang ini. Jangankan yang asli, ngelihat lukisan atau gambar nya pun udah merindiing,..apalagi inni…duuuh…

Untung adikku sigap,..akhirnya sang ular bisa dibawa keluar dan dibuang ke dekat sungai agak jauh dari rumahku. Dengan masih gemeteran dan merinding akhirnya aku keluar kamar dan pergi kerja. Tapi suerrr….pas bikin tulisan ini pun masih merinding da.. Ampuni hamba ya Allah..

Sebuah PR besar kudapat dari meeting tadi malam. Evaluasi diri, itu tema utamanya. Pertemuan tersebut awalnya difokuskan untuk membahas persiapan acara sabtu ini. Tapi dari obrolan-obrolan sebelum meeting akhirnya terkuak suatu masalah fundamental yang nyaris terabaikan oleh kami. Sejauhmana sudah melangkah, dan apa yang sudah dilakukan selama ini.

Ternyata banyak sekali hal yang harus dibenahi. Hambatan komunikasi menjadi sebuah kata yang harus ditanggulangi. Selain itu loyalitas dan mentalitas kami pun merupakan topik penting yang harus dipertanyakan sejauhmana tingkatannya.

Sangat wajar jika sang ketua kecewa dengan kinerja kami. Dan kami pun akui adanya kelemahan dalam kinerja kami yang disadari ataupun tidak menjadi faktor penghambat yang tidak kecil dalam tercapainya cita-cita kami. Jadi malu karena belum berkontribusi secara maksimal….hiks.., selama ini terlalu fokus pada pembinaan di bawah, sementara tanpa sadar melupakan tugas utama kami sendiri.

Walaupun bisa dikatakan terlambat, tapi tidak mustahil untuk melakukan pembenahan sesegera mungkin. Dan di bulan Ramadhan ini waktu yang tepat untuk evaluasi total. Saat yang tepat untuk menyatukan lagi hati kami. Bisa…pasti bisa kalau semua mempunyai niat, visi dan misi yang sama. Insya allah. Mohon doa.

Sunyi…..sepi……

Jengkerik pun seolah menahan diri untuk berbunyi

Angin tak berani mengusik

Sunyi………….

Aku terdiam menatap nanar

Aah,…mendesah tak kuasa berkata-kata…

Hanya ada tanya dan tanya menggetarkan dada

Mengapa….mengapa…..

Sesal dan sesal,….rasa itu membuncah jiwa.

Harusnya kutahu,… harusnya ku tahu….

Harusnya ku tahu yang kau mau….

Harusnya ku tak usah menunggu……

Harus nya ku sikat kue itu lebih dulu

Sebelum kau menyuapkannya tandas tanpa sisa….

(Ooh…nasib ya nasiiiib……….)

Waah…wah…waaaah,…trouble…trouble..trouble,…..hpku puasa kirim sms…..aduuuh…padahal perlu bangeeetttt!!!!,…itu keluhanku ketika sadar hp ku nggak bisa kirim sms,..kayak mobil mogok aja…., udah cape-cape nulis nggak ada yang terkirim,..padahal udah ada sekitar 10 sms yang ku buat. Eitttssss…………….jangan mikir kehabisan pulsa lhoo,…..masih ada sekitar tiga puluh ribuan tuuuh…, mulanya ku kira provider nya yang lagi gangguan,..tapi nggak juga, buktinya beberapa sms yang masuk berasal dari provider yang sama.,…………

Sampai pagi tadi,..hp ku tetap mingkem,..alias diemm..mmm..mmmm………….., tapi aneh nya kalau buat nelpon ko `bisa ya…..,..ono ono waee.., akhirnya aku putuskan komunikasi via telepon aja,..tapi pilih-pilih dulu ke yang punya provider yang sama, mumpung lagi ada promo murah,..nggak pa pa lah asal jangan kelamaan,..he..he..,

Pagi menjelang siangnya ku coba telepon si mbak provider dan,..bla..bla. bla…mendapat berbagai petunjuk buat mencari dimana penyakitnya…..,..setelah dengan setengah berkernyit-kernyit,..di oprek-oprek,..tarraaaaaaaaaa…………alhamdulillaah ternyata normal kembali!!!!!

Sambil kerja ku coba mengingat kejadian dari awal sampai akhir trouble. Kayaknya nggak pada tempatnya kalau menggerutu sama hp ku tercinta. Justru harus berterima kasih sama Allah, melalui rusaknya si “dia” alias hp,..aku jadi bisa bersilaturahim sama temen-temenku, bisa saling berbagi lebih banyak,…pulsa pun ternyata nggak begitu terkuras ,..(kan lagi muuraaah..). Ternyata terasa lebih ringan ya jika kita menyikapi kejadian dari sisi yang berbeda. Seperti kata Aa di ceramahnya pagi tadi waktu berdialog dengan sahabat yang memiliki keterbatasan penglihatan. Yang kurang nya satu,..kelebihan lain yang lebih baik lebih banyak. Tanya beliau,..”Jadi nya kita harus bersyukur atau bersabar?”,…sudah pasti kita harus bersyukur ….ya kan?. Memang, seringkali kita kurang peka dalam hal ini. Mengeluhkan yang sedikit,..seolah-olah dunia jadi sempiiiiiiiittttttttttttt banget,..tapi kalau kita mengubah cara pandang kita,…nggak ah,..nggak seperti itu,..malah masalah itu jadi terlihat keciiiil,..nggak ada apa-apanya dibanding berjuta-juta hal positif lainnya…ya nggak?

Jadi?……ya udah nggak usah pusing-pusing,..nikmati yang ada,..positif…positif…yuuuuk!!! (menasehati diri sendiri…hiks)