Arsip Bulanan: Oktober 2008

Ngak sempet nulis uuuyy,…banyak sekali kegiatan di luar hari ini. Pagi-pagi meeting, sesudah itu dinas luar ke kantor kehakiman, imigrasi, dan Polres. Masih ada satu yang belum sempat didatangi, Polda. Besok insya allah ke sana. Cape dan nguantoeekkk,..hehehe…

Ada lagi yang harus dikerjakan, buat budget KITa Call Ind. Yang lainnya PR terjemahan masih menunggu. Kayaknya malam ini belum bisa dikerjakan. Masih harus ke rumah sakit, nengok Bapak yang dari hari senin kemarin dirawat. Mohon doanya supaya cepat sembuh. Amiiin.

Hari ini dapat satu pencerahan dari Pak Ersis, yang menurut beliau satu rahasia, yaitu “Semakin banyak menulis semakin mudah, dan hasilnya semakin banyak dan bagus. Believed it” katanya, kalau dalam peribahasa menurut adikku adalah “Semakin sering pisau di asah maka akan semakin tajam” (asal ngasahnya betul de…hehehe..). Memang itu yang aku rasakan. Walaupun masih jauh kalau disebut bagus, minimal aku mulai terbiasa menuliskan apa yang ada dalam otakku tanpa merasa takut diejek karena jelek. Sekarang hampir selalu muncul keinginan untuk menuliskan berbagai kejadian yang kualami. Bahkan kadang-kadang sulit untuk menghentikannya….heuheuheu..

Hambatan terbesar yang kuhadapi adalah waktu penuangan ide ke dalam tulisan. Seringkali kejar-kejaran dengan ngerjain tugas kantor.,tapi sueerrr..ada kepuasan tersendiri lhoo,..di waktu yang cukup sempit membuat sebuah tulisan, kadang-kadang puisi,.dikejar waktu takut ketahuan (hehehe)..seperti wartawan di kejar deadline kali ya.

Kadang-kadang tanpa di edit terlebih dahulu tulisan itu tampil. Ketika kubaca, weleh weleh, banyak anehnya…hihihi,.terkadang malu bacanya..Penempatan titik di mana saja, pemakaian bahasa yang kurang pas, pokoke gitu deeh. Sedikit demi sedikit harus kuperbaiki, mudah-mudahan makin hari makin baik. Amiin.

Lirik & Lagu   :  Jay Rimbu Voice

Arr.Music       :  Hendra

Arr.Vocal       :  Erwin Syakura

Album Mashagi (Hanya Kepada Mu)

Tak ingin lagi ulangi kesalahan

yang dulu pernah dan selalu kulakukan

yang menyiksa raga dan menoreh luka jiwa

Tak sanggup lagi ku rebahkan diri

pada hamparan onak yang penuh duri

menafaki fana..menghamba pada dunia

Reff:

Wahai jiwa…kemanakah kaki ini

kau bawa berlari…?

menuju indahkah atau bara api?

Duhai jiwa…sanggupkan kau bawa raga

menghadap yang Maha…?

hingga raih syurga, kala jasad tiada

Saat fikirku lelah tuk mencari

jalan menuju ridha-nya Illahi

kubiarkan hati, yang mencari jati diri

Oh Illahi…bolehkah rebahkan lelah

di atas megahnya, singgasana terindah

Maha kasih-Mu….

agar aku…merasakan damai ini

dalam dekapan-Mu

di bawah percikan dzikir malaikat-Mu

(lagu yang sangat kusuka, dan jadi renungan)

Pengalaman kedua masuk radio..heuheu. Yang pertama setahun yang lalu  dialog interaktif dengan Aa Gym di acara Mq Pagi waktu membahas pesantren keluarga. Yang kedua ahad kemarin, tgl. 26 Oktober`08 di studio radio Mq jam 06-08 pagi di acara TC On Air. Kemarin kita membahas program kerja dan hal-hal lainnya sekitar kegiatan KITa Call Ind. Senangnya punya pengalaman baru. Tapi yang terpenting mudah-mudahan apa yang ingin kami sampaikan bisa diterima oleh masyarakat dengan baik. Dan semoga bisa cita-cita perjuangan kami bisa terealisasi dengan baik. Amin.

Alhamdulillah hari ini mendapat sms-sms yang inspirasional. DUa diantaranya adalah:dari dua orang sahabat TC ku. Mau baca? monggo..

Kepadamu kukirimkan salam terindah. Salam sejahtera para penghuni syurga. Salam yang harumnya melebihi misik. Sejuknya melebihi embun pagi. Salam yang begitu hangat, sehangat sinar matahari di waktu dhuha. Salam yang suci, sesuci telaga kautsar. Salam persahabatan dan persaudaraan yang tidak akan pudar di segala musim. Kepadamu saudariku, yang kucintai karena Rabb, tetaplah istiqamah! Amin!.

Nurahmi, Makassar

Seandainya saat ini ALLAH mengAUDIT semua fasilitas yang telah aku pergunakan, dari mulai satu hirup udara, satu kedipan mata, langkah kaki, sejuknya tetesan air, terangnya sang surya, mulut ini, mata ini,..RABB semua ini milik MU….aku pasti tak sanggup membayar SEWAnya..yang KAU pinjamkan padaku dari sejak aku ada…RABB, maafkan aku yang suka tak tahu diri sebagai orang yang hanya punya HAK GUNA PAKAI saja..aku malu ya ALLAH semua ini milik MU.

Reni, Bandung Utata

Sakit kepala dari semalam. Ditambah sedikit demam. Sepertinya masuk angin. Kemarin sore nengok adikku yang sedang sakit. Katanya sih meriang dan demam. Ketika aku datang dia sedang asyik nonton tv. Sedikit lega karena sepertinya sudah agak membaik.

Subuh sekitar setengah tiga an dapat sms dari adikku yang mengabarkan neneknya meninggal dunia. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Amin. Sempat mengabarkan beberapa teman mengenai berita duka ini.

Pagi-pagi sekitar jam enam kurang seperempat meluncur ke rumah almarhumah diantar adikku. Sampai di sana, jenazah sedang dimandikan. Sayang, tidak bisa berlama-lama karena aku harus kerja. Alhamdulillah belum tertinggal jemputan dan meluncur ke kantor.

Acara pertama kerja adalah Jumat bersih alias nyapu daun di halaman kantor. Kali ini cukup banyak teman-temanku yang berada di sekitar tempatku bersih-bersih. Bukan karena aku favorit mereka (heuheu..), tapi karena ngeceng pohon nangka yang berbuah lebat. Cari-cari mana yang sudah matang..sudah itu……nggak tau ah nggak ikutan….hihi..

Sudah itu kembali ke kursi dan tidur..hehe…nggak atuh,..kerja..kerja…cinta kerja..hehehe…

Nggak nyaman. Tadinya ingin sedikit minta pendapat dari adikku, tapi sepertinya beliau sibuk dan merasa terganggu. Jadi kubatalkan. Ya.. sudahlah, biar kucoba mencari jalan keluarnya sendiri, walaupun rada pesimis juga, soalnya ada hubungannya dengan hal yang sebenarnya dikuasai oleh adikku. Yah, apa boleh buat. Yah,..nggak boleh mengeluh sebenarnya. Yaah,.mau apalagi…yah..harus cari orang lain yang kira-kira bisa memberi pencerahan dan menguasai ilmu di bidang itu. Yah,..siapa ya…

Hari ini mengkhususkan diri mencari arti kanji di kamus kanji tua milikku. Ada semacam kerinduan tersendiri saat membukanya. Hampir dua tahun lebih aku meninggalkan pekerjaanku sebagai penterjemah. Dalam rentang waktu selama itu, jarang sekali berinteraksi baik secara lisan maupun tulisan dalam Bahasa Jepang. Sekarang, kembali ke pekerjaan lama, hampir tiada hari yang terlewat baik di meeting maupun di percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Jepang dengan orang-orang Jepang yang ada di perusahaanku. Tapi ya itu, karena lama tidak dipakai, banyak sekali perbendaharaan kata yang lupa. Sementara, malas rasanya harus belajar lagi….hehe…, tapi tetep berusaha juga seeh,…malu lah bodoh terus,..hehe.

Surprise dan senang waktu hari ini membaca tulisan baru Pak Ersis yaitu “Menuntun Khayalan” (http://webersis.com/2008/10/22/menuntun-khayalan/). Betapa tidak, karena di situ tertulis namaku dan beliau membahas pertanyaan yang kuajukan sebagai komen pada tulisan beliau sebelumnya. (Horeeee!!!!, terima kasih ya Pak!).

Aku memang sering menemukan kesulitan hampir setiap kali menulis cerita fiksi. Jarang ada yang sampai tamat. Di tengah jalan kehabisan ide, dan ya sudah berhenti tanpa ada kelanjutan serta akhir ceritanya. Fuiihhh,..ternyata tidak mudah ya menuliskan khayalan itu. Malah seringkali jadi malah keterusan melamun and bengong…ngong.ngong.. Kata Pak Ersis, kita harus berusaha menuntun imajinasi kita ke arah yang jelas supaya tidak liar. Jadi terkompori pengen cepet-cepet bikin tulisan lagi ah. Hmmm,….ide nya apa ya,……hmm,….sebentar ya,..mau bikin dulu. Nanti tolong di kasih komentar ya! Ok?..Sipp!! Thanks.

O, iya hampir lupa. Terima kasih banyak sekali lagi untuk Pak Ersis,.sering-sering berkunjung ya Pak,.silakan menikmati tulisan-tulisan aneh saya,..heuheuheuu..)

Panas sekali udara hari ini. Bekerja jadi kurang nyaman, badan rasanya lemes. Tapi nggak menyurutkan semangatku buat menulis..hehe…, Harusnya sih mengerjakan terjemahan, tapi baru setengah jalan udah nggak mood, jadi di selang sama nulis..heuheu..(kebiasaan buruk yang dipelihara…).

Ada berita menggembirakan dari ade ku. Mungkin bukan hanya buatku, tapi juga untuk semua anggota TC lainnya. Alhamdulillah, Allahuakbar. Terima kasih ya Allah, semoga kami bisa mengemban amanahmu ini dengan sebaik-baiknya. Amin.