Arsip Bulanan: November 2008

Ternyata pelajaran yang indah tidak terjadi pada kemarin pagi dan siang saja. Malam hari pun aku menerima berita yang bikin aku senyum-senyum nelangsa..hehe…, masih berkisar pada kekeliruan. Awalnya aku mengernyit dan terkaget-kaget, tapi akhirnya aku tertawa. Tidak ada gunanya aku berlarut-larut menyesali semua kejadian ini. Tetapi pelajaran besar telah kudapat. Pelajaran yang sangat berharga dari Allah yang disampaikan-Nya dengan cara yang sangat indah. Jarang kan ada berbagai peristiwa di suatu waktu yang bersamaan dengan pola kesalahan yang sama. Dilakukan oleh orang-orang yang berbeda tapi bermuaranya tetap ke aku. Terima kasih ya Allah atas ilmu yang Kau berikan padaku ini. Semoga aku dapat menemukan hikmah dan makna yang indah di balik semua peristiwa yang mungkin dipandang dari ’segi manusia’ tidak menyenangkan ini. Allah mengajakku berdialog dengan caranya yang sungguh indah. Alhamdulillah.

Ada satu sms penyemangat dari sahabatku yang membuatku haru. Kutulis ya!

Sahabat adalah lilin saat mata kehilangan cahaya,

Sahabat adalah suara saat lisan tak bisa berkata,

Sahabat adalah senyuman saat ingatan menjerit kenangan

Sahabat adalah pengisi ruang hati yang hampa,

Sahabat adalah penenang hati dikala kita lagi menyendiri.

Di akhir sms nya beliau berkata “Untuk sahabat-sahabatku, terima kasih untuk kebersamaan yang indah selama ini. Apapun yang telah terjadi, anggaplah sebagai proses belajar untuk menjadikan kita lebih baik lagi. Allah menanti karya-karya KITa berikutnya…”

Terima kasih sahabat, semoga Allah meridhoi semua gerak langkah yang kita lakukan untuk menggapai cinta-Nya. Amin.

Banyak sekali kejutan yang terjadi hari ini. Dari sisi ‘sebagai manusia’, merupakan kejutan yang bisa dikatakan sangat tidak menyenangkan. Dari pagi tadi persoalan demi persoalan muncul. Yang satu belum terpecahkan, tiba-tiba muncul lagi masalah yang lebih besar. Sedikitpun tidak terprediksi sebelumnya.

Peristiwa ini tidak hanya menyangkut aku pribadi, ada orang lain yang terlibat di dalamnya. Tapi bagaimanapun, itu merupakan tanggung jawabku. Seperti pepatah, tidak ada prajurit yang salah. Komandan yang harus bertanggung jawab.

Kalau menurutkan kemauan sih, inginnya nggak peduli. Tapi aku tahu pasti, hal itu tidak menyelesaikan masalah. Malah menambah ruwet. Harus ada yang bergerak buat menanggulanginya. Alhamdulillah Allah masih memberikan kekuatan untuk tersenyum. Bersama-sama dengan temanku, kami berusaha mencari pemecahannya dengan riang, walaupun kepala kami pusing tujuh keliling, .hehe…

Pelajaran besar dari peristiwa ini adalah “Jangan menunda-nunda sesuatu”. Ketika kita diberi amanah, sedapat mungkin diselesaikan sesegera mungkin. Jika kita tidak sanggup atau menemui kesulitan, alangkah baiknya segera membicarakannya dengan teman yang sekiranya bisa membantu. Tapiiii,…jangan minta bantuan di waktu sudah mepet dimana kita sudah tidak bisa ngapa-ngapain, sama saja dengan bohong…ya nggak???

Semoga kami bisa mengambil hikmahnya dari semua kejadian ini. Pasti ada kebaikan dibalik semua peristiwa yang terjadi. Allah tidak mungkin berbuat dzalim kepada kita. Hanya kita nya yang harus berbenah, introspeksi diri. Semoga Allah mengampuni semua kesalahan kami. Amiin.

Apa yang dirasa ketika mendapatkan suatu amanah tetapi tidak didukung oleh orang-orang yang seharusnya bekerja sama dengan kita? Kesal pasti, ada rasa ‘nelangsa’ nggak? Sepertinya iya ya…hayoooh pada ngaku…hehehe.. Di saat kita butuh teman untuk memecahkan masalah, mereka tidak ada di samping kita, apa yang terjadi? Bingung dan sakit kepala?

Aku juga pernah mengalami hal itu. Bingung, sedih, kesal juga ada. Ngak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi tanggung jawab harus dijalankan, di sisi lain dukungan yang diharapkan tidak kunjung datang. Kalau menurutkan kata hati sih maunya lepas tangan ya, lari dari tanggung jawab. Tapi ketika dipikir-pikir lagi, semua harus dihadapi dengan senyuman (walaupun mungkin senyum getir..hiks). Mencoba untuk tegar dan berpikir jernih. Mencoba untuk berlapang dada dan bersikap dewasa. Meskipun tidak mudah, tapi insya allah masalah bisa terselesaikan. Introspeksi diri, mungkin selama ini terlalu menggantungkan harapan pada orang lain. Terlalu pede menyangka orang lain pasti akan melakukan hal sesuai dengan keinginan kita. Ketika yang terjadi sebaliknya kita merasa kecewa, merasa tidak dihargai, dan aneka keluhan lainnya.

Saatnya bebenah diri. Mudah-mudahan dengan mengubah pola pikir negatif ke positip, jalan di depan sana akan terlihat lebih terang. Amiin.

Hari ini beruntung bisa chatting dengan Pak Ersis. Walaupun hanya sebentar tapi ‘terbakar semangat buat terus menulis..heuheu. Kata beliau kalau menulis jangan bilang “akan”, tapi kerjakan. Dan jangan beralasan sibuk..(jadi kesindiran…hiks..).

Kutipan chatting beliau adalah: “Tulis saja to, habis perkara. Ntar ngak sadar buanyaak. Bayangin, saya nulis satu sehari, berarti satu bulan satu buku (kalau mau nerbitan). Coba kalau setahun. Erry kan juga bisa. Mudah banget tu asal jangan berasalan sibuk. Coba Sabtu lalu saya nara sumber di Smark FM, lalu seminar Hari Guru, ceramah di LMPM, bimbing skripsi, ke kolam ikan, dst. Semakin sibuk semakin rajin nulis. Itu kuncinya, dan nulis yang praktis, 10-15 menit satu tulisan”. “Saya bantu deh ngedit atau apa gitu. Yang penting, jangan … akan. Lakukan, gitu”.

Heuheu..jadi malu kalau nggak maju. Buku-buku sudah dikasih sama beliau. Tinggal prakteknya. Insya allah Pak! Nanti kan karya saya ya!!! Terima kasih sudah memberi “virus” yang dahsyat…hehe…

Sudah empat hari Bapak pergi ke tanah suci. Suasana di rumah rada sedikit berbeda, serasa ada yang hilang. Biasanya setiap pulang kerja aku selalu menyempatkan diri menyapa beliau di kamarnya yang berseberangan dengan kamarku. Dan pagi-pagi biasanya terdengar suaranya membangunkan aku. Sekarang tidak ada. Hiks…mulai kerasa kehilangan.

Aku kagum pada bapak. Walaupun sakit masih menderanya, tapi beliau tidak patah semangat untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Kami yang semula khawatir, melihat keteguhan hati beliau menjadi tenang. Apapun yang terjadi kami ikhlas dengan semua ketentuan dari Allah. Semoga bapak dan jemaah haji semuanya diberikan kekuatan dan kemudahan. Serta semoga menjadi haji yang mabrur. Amiin.

Kapan ya aku bisa menunaikan ibadah haji?..ingin sekali. Semoga Allah memberi kesempatan buatku. Amiiin,

Tidak nyaman. Ada sesuatu yang membuat tidak nyaman. Perasaan jengkel, marah,  sedih, merasa bersalah, bercampur menjadi satu. Bukan berasal dari satu peristiwa, tapi ada dua kejadian yang terjadi hampir secara bersamaan.

Yang pertama adalah hampir berupa penyesalan dari akibat lisan yang tidak terjaga. Sesuatu berkembang begitu cepat dan di luar dugaan. Ketika sedang menapak ke suatu tujuan, tiba-tiba kondisi berbalik, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya, jadi banyak yang tersakiti. Jadi sangat merasa bersalah, tidak tahu harus berbuat apa. Satu ikatan sedang dipertaruhkan. Apakah akan bertambah kuat, atau tercerai berai. Entahlah, menunggu waktu. Tapi mudah-mudahan apa yang ditakutkan tidak akan terjadi. Semoga Allah menolong kami, karena aku yakin tidak ada yang kebetulan dari peristiwa ini. Peringatan dari Allah untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.

Yang kedua, akibat dari peristiwa pertama ini, jadi uring-uringan. Ketika ada sesuatu hal yang kurang ku setujui, jadi kurang kontrol. Suatu sifat jelek yang sebenarnya harus dihilangkan, tapi belum bisa dikendalikan. Sekali lagi harus evaluasi diri. Sudah bukan waktunya untuk main-main lagi. Semoga Allah mengampuni. Amin.

Tinggal satu hari lagi ketemu bapak. Minggu subuh nanti harus sudah mengantarkannya ke Polda Jabar untuk pemberangkatan jemaah haji. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesehatan serta kemudahan dari mulai berangkat hingga pulang nanti kepada bapak. Dan semoga dijadikan haji yang mabrur. Amiin. Puas-puasin ah ngobrol sama beliau mumpung masih ada waktu….mohon doa…

Fuiiihh,…beberapa hari nggak nulis. Karena sesuatu dan lain hal nggak ada kesempatan buat nulis. Besok juga kelihatannya nggak akan nulis,..cuti sih,..heuheu…

Ada berbagai macam ‘kejutan’ yang terjadi. Sebuah peristiwa yang awalnya dari ucapan iseng berubah jadi serius. Jadi kaget sendiri. Tapi terus terang sangat bersyukur dengan perkembangan yang menggembirakan itu. Semoga Allah memberikan kemudahan. Amin. Mau tahu tentang apa?..nggak ah takut ada yang marah..hehehe.

Satu lagi, dikritik oleh temanku. Katanya aku terlalu banyak berpikir,.action nya baru di awang-awang..hiks,..memang begitulah adanya. Wirausaha cuman cita-cita, memang yang paling berat itu waktu mulai melangkah ya,..kalau udah terlanjur ‘tercebur’, kepalang basah, berenang sekalian (mungkin juga kelelep..hihihi).

Ada yang mau kasih advice?

Alhamdulillah sudah hari Jumat lagi. Semoga diberkahi Allah. Amin

Hari ini dapat “sentilan” dari Mas Amri. Seperti bercanda tapi maknanya dalam. Isinya seperti ini:

RENUNGAN BAGI ORANG SIBUK

Jika anda sangat sibuk, mengapa anda tidak kaya?

Jika anda sangat sibuk, mengapa naik pangkat / jabatan hanya suatu barang langka?

Jika anda sangat sibuk, mengapa masih mengontrak rumah?

Jika anda sangat sibuk, mengapa masih menumpang angkutan umum?

Jika anda sangat sibuk, mengapa hanya sepasang kursi dan meja di ruang tamu?

Jika anda sangat sibuk, mengapa menumpuk hutang / tagihan yang harus dibayar?

Jika anda sangat sibuk, mengapa bangun pagi anda merasakan tidak pernah ada kemarin?

Jika anda sangat sibuk, mengapa keluarga anda tidak pernah merasakan arti dan kehadiran anda bagi mereka?

Jika anda sangat sibuk, mengapa keluarga anda tersesat mencari rumah anda karena setiap tetangga yang ditunjukkan secarik kertas berisi nama anda kemudian mengadakan tidak tahu?

Jika anda sangat sibuk, mengapa anda masih belum yakin masa depan anda?

Jadi sebetulnya untuk apakah kesibukan yang anda lakukan setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan bahkan setiap tahun itu?

Sambil merenungkan pertanyaan yang terakhir mohon diingat-ingat sudah berapa tahunkah usia anda saat ini?