Ternyata pelajaran yang indah tidak terjadi pada kemarin pagi dan siang saja. Malam hari pun aku menerima berita yang bikin aku senyum-senyum nelangsa..hehe…, masih berkisar pada kekeliruan. Awalnya aku mengernyit dan terkaget-kaget, tapi akhirnya aku tertawa. Tidak ada gunanya aku berlarut-larut menyesali semua kejadian ini. Tetapi pelajaran besar telah kudapat. Pelajaran yang sangat berharga dari Allah yang disampaikan-Nya dengan cara yang sangat indah. Jarang kan ada berbagai peristiwa di suatu waktu yang bersamaan dengan pola kesalahan yang sama. Dilakukan oleh orang-orang yang berbeda tapi bermuaranya tetap ke aku. Terima kasih ya Allah atas ilmu yang Kau berikan padaku ini. Semoga aku dapat menemukan hikmah dan makna yang indah di balik semua peristiwa yang mungkin dipandang dari ’segi manusia’ tidak menyenangkan ini. Allah mengajakku berdialog dengan caranya yang sungguh indah. Alhamdulillah.
Ada satu sms penyemangat dari sahabatku yang membuatku haru. Kutulis ya!
Sahabat adalah lilin saat mata kehilangan cahaya,
Sahabat adalah suara saat lisan tak bisa berkata,
Sahabat adalah senyuman saat ingatan menjerit kenangan
Sahabat adalah pengisi ruang hati yang hampa,
Sahabat adalah penenang hati dikala kita lagi menyendiri.
Di akhir sms nya beliau berkata “Untuk sahabat-sahabatku, terima kasih untuk kebersamaan yang indah selama ini. Apapun yang telah terjadi, anggaplah sebagai proses belajar untuk menjadikan kita lebih baik lagi. Allah menanti karya-karya KITa berikutnya…”
Terima kasih sahabat, semoga Allah meridhoi semua gerak langkah yang kita lakukan untuk menggapai cinta-Nya. Amin.

