Sepanjang hari ini Allah mengajakku berdialog melalui sahabat-sahabatku yang sedang dilanda kegundahan hatinya. Mulai dari tadi pagi, siang, sore, sampai beberapa saat sebelum aku membuat tulisan ini. Rata-rata keluhan mereka sama. Ada satu masalah yang sedang mereka hadapi, yang disadari ataupun tidak, telah membuat mereka tertekan. Salah seorang darinya mengatakan, “Saya sedang berada di titik terlemah teh,”. Sementara yang lain mengeluhkan, “Entah apa yang sedang terjadi teh, yang pasti hati saya gundah, dari tadi menangis, ingat mati”. Selain itu ada juga yang tidak mau mengatakan masalahnya, tapi kutahu persoalan yang sedang dihadapinya sangat berat, dan membuatnya sangat tertekan. Dan aku bisa merasakannya dari ketidaknyamanan hatiku yang aneh.
Terus terang aku sedih sekali dan prihatin dengan semua ini. Sempat aku merasa “sendiri”, karena orang-orang yang selama ini kujadikan tempat curhat dan diskusi saat ini tidak bisa kuajak bicara. Sempat pula jadi rada linglung dan berlinang air mata. Tapi itu tidak lama.Aku ingat, aku tidak sendiri, siapa bilang aku sendiri?..Ada Allah yang selalu menemaniku, yang tidak pernah menolak keluh kesahku, yang tidak pernah membiarkanku menunggu untuk sebuah jawaban.
Rasanya Allah begitu dekat ketika aku mengadukan segala yang kurasakan dan yang dialami oleh sahabat-sahabatku pada-Nya. Ku serahkan semuanya pada-Nya, karena Dia yang memiliki mereka. Dia yang memiliki hati mereka, yang paling mencintai mereka. Dan aku tahu, Dia tidak akan pernah mendzolimi hamba-Nya.
Setelah menyerahkan semua-Nya pada Allah, barulah hatiku tenang. Plong rasanya. Dan aku mencoba menikmati hari ini dengan berbagai hal yang baru. Berdiskusi dan bercanda dengan teman-temanku di saat istirahat. Wuih..cukup lama juga aku tidak melakukannya dengan mereka. Rindu banget denger tawa riang mereka. Alhamdulillah.
Sorenya aku menyibukkan diri membereskan gudang ATK yang ditinggalkan oleh pendahuluku. Banyak barang menarik disana. Luar biasa tempat itu…berantakan..hihi.., tapi suerrr…asyik banget ngeberesinnya. Sampahnya numpuk,..blangko-blangko berserakan. Satu persatu disusun ulang, yang perlu dan yang tidak perlu dipisah,..menyenangkan sekali. Satu jam belum beres sih..keburu bell pulang berbunyi. Tapi minimal sudah terlihat rada cantik lah.
Di perjalanan pulang kucoba untuk mentafakuri semua yang kualami hari ini. Pelajaran apa yang sedang Allah ajarkan padaku? Apa sebenarnya yang ingin Dia tunjukkan padaku?…..setelah beberapa lama akhirnya kutemukan jawabannya! Alhamdulillah..alhamdulillah..
“Ya Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.
“Maha suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilaah kecuali Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu”. Amiin.