Arsip Bulanan: Maret 2009

Akhir-akhir ini tidak bisa istiqamah nulis di blog. Koneksi internet yang menjadi hambatan utama. Apalagi di rumah. Untuk membuka blog saja bisa makan waktu satu jam. Kenyang makan, minum, dan tiduran baru terbuka. Belum lagi pas sedang asyik-asyiknya menulis tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Fuihh…, Tapi semoga semua tidak menghambat minatku untuk menulis..hehe.

Untuk menulis di kantor sekarang sedikit tidak memungkinkan. Bukannya dilarang, tapi kondisi double pekerjaan yang menyebabkan harus berkonsentrasi penuh. Bisa sih curi-curi waktu, seperti sekarang, tapi yaa sedikit jarang.

Harapanku,….duhai internet di rumahku,..semangat dong kerjanya..jangan lelet seperti siput…kasihanilah temanmu ini….:D

Kadang-kadang suka minder sama teman-teman yang suka ngirim kata-kata hikmah. Susunan kalimatnya begitu indah dan mengena. Salah satu hal yang tidak biasa atau mungkin belum bisa kulakukan ya itu…menuliskan kata-kata yang berbunga-bunga. Aku bisanya hanya mengungkapkan yang to the point saja. Kata-kata sederhana, yang mungkin jadi dangkal isinya.

Gimana sih supaya bisa menulis kalimat-kalimat indah bermakna itu? Harus banyak membaca dan bergaul ya? Pengen banget bisa ih. Ada yang mau bantu???

Mungkin tanpa disadari kita telah melakukan perbuatan dosa. Mungkin ditengah kebahagian kita lupa untuk bersyukur. Mungkin ditengah kesulitan kita lupa untuk bersabar. Mungkin…dan masih banyak lagi kemungkinan kita melupakan Rabb yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang. Sebelum terlambat, mari kita mulai untuk mulai berdzikir dan beristighfar di setiap ruang waktu yang kita gunakan. Siapa tahu ada dosa yang terlalaikan, siapa tahu sebentar lagi kita tiada. siapa tahu ada yang tersakiti oleh kita…yuk kita mulai dengan segenap hati ucapkan…astaghfirullah hal adzim. Semoga Allah mengampuni segala dosa perdosa kita. Amiin.

Beautifull day!!!…Banyak kerjaan yang terbengkalai. Entah harus mulai darimana menyelesaikan amanah-amanah yang kompleks…harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Hasilnya?…belum ada satupun yang sempurna ku kerjakan. Ih, rasanya ngak nyaman banget. Di kepala rasanya ada beban yang membuat tidak tenang.

Target ku besok harus ada dua jenis pekerjaan yang sudah kuselesaikan. Suka atau tidak aku harus berjuang untuk itu. Harusss!!! Karena makin lama ditumpuk kan tidak menyelesaikan masalah.

Waaa…lupa…amanah organisasi juga belum dikerjakan…hiks..ada yang harus kuselesaikan juga. Suka jadi panik kalau begini.

Hmmm….amanah panggilan jiwa juga belum ditunaikan…tiduuurr…udah jam setengah sebelas malam neeh…besok lagi ah…zzzzzzzzzzzzzzzzzz……….

Manusia bertanya: “Kenapa aku diuji?” Al Qur’an menjawab: ” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut:2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang – orang yang dusta (Al Ankabut:3).

Manusia bertanya: “Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?” Al-Qur’an menjawab: …boleh jadi kamu mambenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui (Al Baqarah: 216).

Manusia bertanya: “Kenapa aku diberi ujian seberat ini?” Al Qur’an menjawab: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..(Al Baqarah: 286).

Manusia bertanya: “Bolehkah aku frustasi?” Al Qur’an menjawab: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman (Ali Imran: 139).

Manusia bertanya: “Bolehkah aku berputus asa?” Al Qur’an menjawab: …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir (Yusuf: 87).

Manusia bertanya: “Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?”. Al Qur’an menjawab: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesadaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung (Ali Imron: 200). Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu (Al Baqarah: 45).

Manusia bertanya: ” Bagaimana menguatkan hatiku?” Al Qur’an menjawab:…cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal (At-Taubah: 129).

Manusia bertanya: “Apa yang kudapat dari semua ujian ini?” Al Qur’an menjawab: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka (At-Taubah: 111).

(Dari chatt dgn ade,  10 Maret ‘09, jam 11.45…nuhun ya  de  ilmunya…).

Betapa berharganya bisa bernafas….., hal ini baru kurasakan ketika mengalami sesak nafas yang berat di awal minggu lalu, dan masih terasa tidak nyamannya sampai detik ini. Betapa aku lalai untuk mensyukuri nikmatnya bernafas selama ini, dan Allah mengingatkanku ketika bangun pagi,…beraat sekali dan betapa tidak enaknya ketika nikmat itu diambil dari diri kita. Masya Allah..astaghfirullah hal adzim. Semoga Allah mengampuniku.

Menjalani hari-hari sakit ini maunya bermanja-manja, tapi ternyata tidak bisa begitu kenyataannya. Ada banyak amanah yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja. Libur satu hari ternyata tidak membuatku bisa beristirahat dengan tenang, beberapa pekerjaan yang ditinggalkan ternyata merepotkan orang lain dan membuat mereka harus menghubungiku. (Maaf ya teman-teman)…

Dan amanah di organisasiku pun tidak dapat kutinggalkan begitu saja. Ada tanggung jawab moral yang harus kutunaikan. Walaupun dengan terbatuk-batuk dan menahan sakitnya bernafas, alhamdulillah bisa kukerjakan walaupun dengan segala keterbatasan tentunya. “Aku sehat…aku harus sehat”..itu yang kutanamkan dalam otakku sehingga tidak ada beban saat aku melakukannya. Alhamdulillah aku tidak jadi kurus ko walaupun seminggu sakit juga..hehe…, jadi ingat ceramah Aa tempo hari,..kalau sakit gigi harus sabar atau syukur?..katanya,…ternyata kita harus sabar menjalani sakit gigi itu,..tapi juga harus lebih banyak bersyukur karena lebih banyak anggota tubuh kita yang lain yang masih sehat. Aku juga mencoba mempraktekannya dalam kasusku ini. Aku bersyukur karena hanya nafasku yang terganggu,..tapi aku masih bisa berfikir,..berjalan, duduk, dan melakukan berbagai aktivitas kegiatan lainnya. Naah…apalagi yang kurang?….merugi sekali kalau aku tidak mensyukurinya.

Ah,..ternyata kalau mencoba berpikir positif, semuanya terlihat indah ya…tidak ada rasa yang mengganjal di hati,…memang sih tidak mudah untuk mempraktekannya sehari-hari, tapi itu sama sekali bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Ya nggak bro?…….

bersambung ah…ngantoek….baru bisa ol lagi di rumah uuy..mudah-mudahan lancarrr………..

Sepanjang hari ini Allah mengajakku berdialog melalui sahabat-sahabatku yang sedang dilanda kegundahan hatinya. Mulai dari tadi pagi, siang, sore, sampai beberapa saat sebelum aku membuat tulisan ini. Rata-rata keluhan mereka sama. Ada satu masalah yang sedang mereka hadapi, yang disadari ataupun tidak, telah membuat mereka tertekan. Salah seorang darinya mengatakan, “Saya sedang berada di titik terlemah teh,”. Sementara yang lain mengeluhkan, “Entah apa yang sedang terjadi teh, yang pasti hati saya gundah, dari tadi menangis, ingat mati”.  Selain itu ada juga yang tidak mau mengatakan masalahnya, tapi kutahu persoalan yang sedang dihadapinya sangat berat, dan membuatnya sangat tertekan. Dan aku bisa merasakannya dari ketidaknyamanan hatiku yang aneh.

Terus terang aku sedih sekali dan prihatin dengan semua ini. Sempat aku merasa “sendiri”, karena  orang-orang yang selama ini kujadikan tempat curhat dan diskusi saat ini tidak bisa kuajak bicara. Sempat pula jadi rada linglung dan berlinang air mata. Tapi itu tidak lama.Aku ingat, aku tidak sendiri,  siapa bilang aku sendiri?..Ada Allah yang selalu menemaniku, yang tidak pernah menolak keluh kesahku, yang tidak pernah membiarkanku menunggu untuk sebuah jawaban.

Rasanya Allah begitu dekat ketika aku mengadukan segala yang kurasakan dan yang dialami oleh sahabat-sahabatku pada-Nya. Ku serahkan semuanya pada-Nya, karena Dia yang memiliki mereka. Dia yang memiliki hati mereka, yang paling mencintai mereka. Dan aku tahu, Dia tidak akan pernah mendzolimi hamba-Nya.

Setelah menyerahkan semua-Nya pada Allah, barulah hatiku tenang. Plong rasanya. Dan aku mencoba menikmati hari ini dengan berbagai hal yang baru. Berdiskusi dan bercanda dengan teman-temanku di saat istirahat. Wuih..cukup lama juga aku tidak melakukannya dengan mereka. Rindu banget denger tawa riang mereka. Alhamdulillah.

Sorenya aku menyibukkan diri membereskan gudang ATK yang ditinggalkan oleh pendahuluku. Banyak barang menarik disana. Luar biasa tempat itu…berantakan..hihi.., tapi suerrr…asyik banget ngeberesinnya. Sampahnya numpuk,..blangko-blangko berserakan. Satu persatu disusun ulang, yang perlu dan yang tidak perlu dipisah,..menyenangkan sekali. Satu jam belum beres sih..keburu bell pulang berbunyi. Tapi minimal sudah terlihat rada cantik lah.

Di perjalanan pulang kucoba untuk mentafakuri semua yang kualami hari ini. Pelajaran apa yang sedang Allah ajarkan padaku? Apa sebenarnya yang ingin Dia tunjukkan padaku?…..setelah beberapa lama akhirnya kutemukan jawabannya! Alhamdulillah..alhamdulillah..

“Ya Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas  segala sesuatu. Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

“Maha suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilaah kecuali Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu”. Amiin.