Arsip Bulanan: Mei 2009

Memulai hari dengan bismillah. Luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar. Semoga Allah ridho. “Ya Allah sesungguhnya aku berpagi-pagi dari-Mu dalam kenikmatan, `afiyah (terbebas dari bencana), dan tertutupi aib, maka sempurnakanlah atasku akan nikmat-Mu, `afiyah-Mu, dan menutupi aibku dunia dan akhirat”. Amin.

Secangkir capucino menemaniku mengetik malam ini. Jam sudah menunjukkan pukul 21.35 malam. Di radio terdengar senandung nasyid dari radio Mq. Selalu senang mendengarkannya. Acara-acaranya sungguh menyejukkan dan memberikan pencerahan.

Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebenarnya malas, tapi aku sedang berusaha melawan rasa itu. Sungguh rugi kalau selalu mengikuti si malas ini.  Sambil bekerja, tak lupa pula chatting.  Bukan hanya hobby, tapi sekarang rasanya sudah jadi kebutuhan…atau..kecanduan??..wooww..entahlah..tapi begitulah adanya..hehe..

Jadi ingat waktu di pesantren keluarga minggu lalu. “Bukan melakukan yang kita cintai, tapi cintailah apa yang kita lakukan”, kata Ketua umum kami. Betul juga ya, kadang-kadang kita diamanahi sesuatu yang tidak kita sukai. Kalau kita terus berkutat pada kata `tidak suka`, apa yang harus kita kerjakan hanyalah menjadi beban karena kita sebenarnya `alergi` pada pekerjaan tersebut. Tapi kalau seandainya kita mencoba belajar menyukai dan `bersahabat` dengan apa yang diamanahkan kepada kita, insya allah akan timbul rasa nyaman dan kita tidak perlu berkenalan dengan `stress pekerjaan` yang bisa bikin orang jadi `menakutkan`..hiyy.

Ngomong-ngomong tentang stress…kalau hari ini aku ngalamin stress ngak ya?..hmmm..tapi rasanya nggak ah..hanya sedikit panik dan jengkel saja. Itulah sifat burukku. Orang mungkin mengenalku sebagai orang yang ramah dan sabar (deuh muji sendiri..),..tapi di sisi lain kadang aku bisa berubah jadi `menakutkan` (tapi ngak kayak di film Hulk ah..) sekaligus jutek jika sedang panik atau terburu-buru.

Ada beberapa agenda yang harus ku selesaikan tadi siang. Realisasi ATK yang sudah sangat terlambat. Kemudian ada dokumen harus dikirim ke Jakarta yang harus kulengkapi. Pembuatan SK karyawan, dan juga beberapa pekerjaan lainnya.

Ada sifat jelekku..kalau sedang begitu tidak mau diganggu, apalagi kalau diajak ngobrol yang nggak perlu..bahkan tawaran kue yang biasanya selalu menggoda pun bisa tak kuhiraukan. Biasanya teman-teman yang sudah hafal memilih menyingkir menjauhiku. Tapi yang belum tahu sempat mendapat `pelototanku`…duh jadi merasa berdosa,..perasaan sok sibuk sendiri..padahal orang lain mungkin jauh lebih sibuk. Maaf ya teman-temaan….

Bukan tidak berusaha untuk meminimalkan sifat ini, tapi ternyata aku masih harus lebih keras berjuang. Malu dong kayak `preman` terus..hiks…

Disamping itu juga aku sedang berjuang untuk menjadi pintar. Malu ih rasanya bodoh terus. Nggak bisa nyambung kalau sedang kumpul dengan sahabat-sahabatku. Mereka begitu banyak ilmunya..bisa saling melengkapi berdiskusi. Duuh minderrr deeh….

Aku sedang mencoba mendisiplinkan diri mengisi setiap waktu luang ku dengan membaca. Membaca dan membaca…banyak buku yang sedang menunggu giliran untuk kupelajari. Tapi ya itu…..lagi lagi virus ngantuk selalu menemani, ditambah bakteri jahil selalu menggelitik buat ngisengin orang orang di sekitarku…astaghfirullah.

Waah jam sudah menunjukkan pukul 22.50. time to sleep. neru jikan desu. Capucino juga sudah tinggal gelasnya, licin tandas kuminum. Tidur dulu ah. Semoga besok cahaya hatiku lebih bersinar…ayo kita sambut fajar esok yang penuh harapan!…..bismillah.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, telah Kau berikan kehidupan pada hamba sampai hari ini, terima kasih Kau berikan udara untuk ku hirup, terima kasih Kau berikan mata untuk melihat, terima kasih atas semua kenikmatan yang kurasakan sampai saat ini dan di hari-hari yang akan datang. Terima kasih ya Allah atas segalanya. Ampunilah atas segala dosa dan kelalaian hamba selama ini. Jadikanlah kami umat yang pandai bersyukur kepada-Mu.

Wahai Rabbku, bagimu segala pujian, sebagaimana pantas untuk kebesaran wajah-Mu, dan keagungan kerajaan-Mu. Amin.

Ayo ah,..sampai besok,..insya allah. Tidur tiduur…zzzzzzzzzzzzzz,

Hiburan dari Allah itu luar biasa ya! Salah satu mimpiku tiba-tiba terkabul tanpa diduga. Mau tau? Sudah lama aku ingin punya kompie atau laptop lagi untuk mem-back up laptop lamaku tercinta yang sudah “terengah-engah dalam bekerja”.

Sekarang, tiba-tiba barang itu ada di tanganku. Sulap? huss bukaaan. Ceritanya begini…pada hari Sabtu dua minggu yang lalu ayah dari salah seorang sahabatku meninggal dunia. Aku dan teman-temanku pergi melayat. Berangkat dari kantor jam sepuluh, dan rencana kami tidak kembali ke kantor, karena kan hari Sabtu hanya sampai jam 12 siang kerjanya.

Di tengah perjalanan hp ku berbunyi, ternyata dari boss Jepang ku yang sedang bertugas di Jawa Tengah. Ku angkat, dan kami bercakap-cakap. Beliau menyuruhku untuk menterjemahkan e mail yang dikirimnya hari itu. Ketika kukatakan tidak akan kembali ke kantor, kentara sekali dari suaranya beliau sangat kecewa. Dan sebelum menutup pembicaraan beliau berkata, ” Ya sudah, nanti saya pinjami laptopnya,” katanya sambil tertawa-tawa. Aku pun ikut tertawa karena kuanggap itu hanya sebuah lelucon.

Hari Rabu, tanggal 20 Mei kemarin, beliau datang ke kantor.  Iseng-iseng kutagih,”Mana laptopnya?”.  Beliau menjawab,” Nih,” katanya sambil menunjukkan sebuah laptop kecil. “Beneran?” tanyaku tak percaya. “Iya, saya pinjami, kamu boleh pakai sepuasnya”, katanya sambil tertawa.

Wuaaah…..gembira sekali aku. Walaupun hanya dipinjami, tapi aku bebas memakainya kapan dan dimanapun aku mau. Bisa kupakai juga di rumah. Rasanya seperti mimpi….alhamdulillah!!

Sekarang, aku bisa berinternet ria dengan tanpa keluhan koneksinya lambat…..hehehe…tapi ada pesan dari beliau yang bikin aku senyum “nelangsa”,….”Kamu boleh pakai sepuasnya tapi jangan malas ngerjain terjemahannya yaa…” katanya. Siapp bosss!!!…heuheu…

Duhai Allah…terima kasih…

Hari ini mood ku jelek sekali. Cepat sekali tersinggung. Mohon maaf bagi siapa saja yang kena semprot atau kena pelotot,…atau kena tulisan & kata-kata pedasku. Suudzon ku lagi tinggi neeh…astaghfirullah. Maaf..maaf…maaf

Alhamdulillah sekarang sudah bisa bekerja lagi di kantor setelah satu bulan kemarin, terutama dua minggu terakhir banyak tugas luar ke rumah sakit. Bukan aku, tapi boss ku yang sakit. Karena kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, aku ditugaskan untuk membantu beliau.

Bagiku hal itu bukan merupakan beban, tapi asyik asyik aja tuh menjalaninya. Walaupun konsekuensinya aku harus mengejar target menyelesaikan pekerjaan selama aku tidak ada di kantor.

Bertemu dokter, keluar masuk rumah sakit, bukan lagi menjadi pekerjaan asing.  Jadi ingat waktu dinas di Jepang dulu,..hampir sama, dalam seminggu adaa saja trainee yang sakit.  Begitulah, aku harus siap menerjemahkan apa yang jadi keluhan pasien dan apa yang dikatakan dokter, dan itu menuntutku stand by 24 jam kapan saja aku diperlukan. Tidak jarang tengah malam pun aku harus siap mengantar mereka ke rumah sakit.

Yang lucunya,..ketika waktu musim dingin tahun berapa ya lupa..di Jepang sedang ada serangan virus influensa. Bukan hanya orang Jepang, orang Indonesia pun tidak luput terkena juga. Termasuk 30 orang trainees di perusahaanku. Yang satu kena, yang lainnya tertular. Hampir setiap hari aku membawa tidak kurang dari 4 orang anak ke dokter. Rata-rata demamnya tinggi sampai 39 derajat celcius.

Mungkin karena kecapaian, daya tahan tubuhku pun menurun, dan terkena juga. Tapi aku tidak mau menyerah dan berobat, alias berlagak sehat. Sampai akhirnya aku diledekin oleh pak dokter di sana, “Menurut saya, orang yang nganter lebih parah sakitnya daripada yang diantar”, katanya sambil tertawa-tawa dan memaksaku untuk berobat juga.

Ada keuntungan yang kudapat dari bolak-baliknya aku ke rumah sakit. Pengetahuanku tentang penyakit dan ilmu kedokteran pun bertambah. Dan ini sangat berharga. Namun ada lagi yang lebih penting,…semua yang kulihat, yang kudengar, yang kurasa disana membuatku lebih sadar akan pentingnya arti sebuah kata “sehat”. dan juga belajar berempati pada orang lain yang sedang mengalami ujian sakit.

Ada yang mengeluh, ada yang tabah, ada juga yang ‘cuek’ dengan apa yang sedang dialaminya. Juga banyak kutemukan kebesaran dan kasih sayang Allah di sana. Subhanallah….berbagai keajaiban ada di sana. Sungguh, luar biasa! Rugi jika kita tidak mensyukuri setiap kejadian. Mungkin secara kasat mata apa yang terjadi suatu peristiwa itu buruk, tapi jika dikaji lebih dalam, ada banyak pelajaran dan hikmah yang kita temukan disana. Semoga kita, terutama aku dapat mensyukuri dan diberi ketajaman hati dalam menerima semua pelajaran yang diberikan oleh Allah SWT. Amin.

ねむたい。。。。

家に早く帰りたい。。。

ああ。。。帰る時間がまだ長い。。。

詰まらない。。。

“Pakai hati Ry”..kalimat itu yang kerapkali diucapkan oleh almarhum ayahku ketika aku akan melakukan sesuatu. Kalimat itu kemarin kudengar kembali dari boss Jepangku ketika kami pergi untuk ke rumah boss ku yang sedang sakit.

Dan kata-kata itu cukup membuatku harus introspeksi diri. Selama ini aku mengejakan sesuatu itu pakai hati nggak sih…atau hanya sekedar memenuhi kewajiban alias tugas yang diamanahkan sama aku?…hmm.

Tapi memang terasa ya bedanya, ketika kita mengerjakan suatu pekerjaan dengan ikhlas, yang berat dan tidak menyenangkan pun rasanya asyik-asyik aja ngerjainnya. Tapi kalau lagi nggak mood dan karena terpaksa…rasanya nggak ada yang beres kerjaan tuh..amburadul…

Tapi memang tidak bisa dipungkiri hal itu terjadi,..tapi rasanya harus mulai menata hati untuk belajar menyikapi setiap kejadian dan tugas dengan kacamata positif dan ikhlas. Menjadikan pekerjaan tidak sebagai beban, tapi sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Tidak gampang sih mempraktekannya,..tapi tidak mustahil untuk dicoba. Yuuk! Bismillah,..go go go!

Lagi-lagi laptopku menjadi salah satu kendala dalam mengerjakan tugas. Mungkin karena sudah terlalu tua, dengan memory nya yang kecil tertatih-tatih berusaha memenuhi keinginanku dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Maunya sih marah, tapi aah…rasanya ngak pantas buat ngeluh. Persoalan tak akan selesai dengan mengeluh. Jadi ya sudah, mencoba menikmati saja apa yang sedang dihadapi. Anggap saja sedang bermain-main dengan tombol-tombol laptop. Biarlah kuambil peribahasa,..alon-alon asal kelakon..hehe..

Hal diatas hanya salah satu bagian keciiil dari persoalan-persoalan yang sedang kuhadapi. Hal lainnya yang cukup menyita pikiranku adalah menyiasati penyelesaian pekerjaanku di kantor. Terus terang aku cukup keteteran dengan tiga amanah yang kuemban. Lucu juga dengan pekerjaanku ini. Dua amanah menuntutku stand by di mejaku, sementara satu amanah lagi mengharuskanku bergerak kesana kemari, diantaranya adalah dinas luar. Itu yang membuatku tidak bisa menyelesaikan dengan baik kerjaanku. Terus terang aku kurang nyaman dengan kondisi ini. Aku sebetulnya tidak terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Tapi seringkali otakku terlalu lelah untuk menyelesaikannya, apalagi setelah dinas luar. Walaupun banyak duduk di mobil, tapi tetap otakku bekerja memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan. Amanah di organisasi pun walaupun tidak sesibuk dulu, cukup menyita pikiran. Aku senang berada di dalamnya, tapi terkadang merasa “sendiri”. Di kala aku butuh partner untuk menjalankan amanah , sahabat-sahabatku sibuk dengan amanahnya masing-masing yang tidak bisa diganggu. Entahlah,…kadang-kadang sedih sih,…tapi sudahlah, tidak pantas aku mengeluh. Begitu banyak nikmat Allah yang kurasakan dibandingkan mempersoalkan masalah-masalah kecil seperti itu.

Ngomong-ngomong tulisanku ini maksudnya apa ya?..ngak ada maksud apa-apa sih,..hanya ingin nulis aja,..rindu sekali, sudah lama tidak menulis. Kalau aku menuliskan kendalanya berarti aku mengeluh lagi..hehe…,..yang pasti aku sekarang sedang berusaha belajar menambah ilmu,..malu bodoh terus..heuheu…. Ada empat buku yang sedang kubaca. “Shirah Nabawiyah”nya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury, “Jalan Cinta Para Pejuang”nya Salim A.Fillah, “Muhammad, Prophet for Our Time”nya Karen Amstrong, dan “Spiritual Salah Kaprah” nya Abu Sangkan. Mungkin ada yang bertanya kenapa nggak diselesaikan satu persatu?…yaa..suka suka doong…hehehe….. Nggak ada maksud apa-apa siih,..hanya begitulah moodnya. Asyik membaca “Jalan Cinta Para Pejuang” di perjalanan pulang pergi ke kantor. “Spiritual Salah Kaprah” ku baca pas waktu istirahat di kantor. “Shirah Nabawiah” sesudah shalat maghrib sampai isya dan sesudah salat shubuh sampai menjelang pergi kerja. Sedangkan “Muhammad, Propet for Our Time” biasanya ku baca sesudah shalat Isya. Ada beberapa buku lagi yang menanti untuk dipelajari. “Marketing is Bullshit”nya Ippho Santosa, “Cambuk Hati” nya Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, “Sudah benarkah Shalatku?” nya Aam Amiruddin, M.Si, dan “Meniti jalan Istiqamah”nya Syekh Musnid Al-Qathany. Sudah kubaca sih sebagian-sebagian,…tapi belum “kulahap habis”. Cita-citaku minimal bisa meng-up grade diri dengan membaca. Memang masih jauh dari cukup, tapi paling sedikit ada penambahan ilmu setiap harinya. Alangkah ruginya kalau hari ini tidak lebih baik dengan hari kemarin. Mudah-mudahan aku bisa istiqamah dalam hal ini.

Yang tak kalah pentingnya,..hafalan Qur’an ku belum bertambah…hiks…., maluuuu…., insya allah mulai serius dalam melaksanakannya. Doakan ya… Cara mengakhiri tulisan ini gimana ya?…hmmm…pokoknya gitu deh,..intinya,..selagi kita masih bisa berpikir,..carilah alasan-alasan positif dari suatu peristiwa,..jangan terlalu menitikberatkan pada hal negatifnya,..kadang, salah satu peristiwa yang mempunyai bobot positifnya 90% terkalahkan oleh hal negative yang 10% karena kita terlalu fokus ke sana sehingga menjadikan dunia terasa sempit,..selebar kotak korek api..hehe.., yuuk ah coba belajar jadi orang positif, insya allah semua akan terasa indah di setiap kejadian. Yuuk!!!