Lagi-lagi laptopku menjadi salah satu kendala dalam mengerjakan tugas. Mungkin karena sudah terlalu tua, dengan memory nya yang kecil tertatih-tatih berusaha memenuhi keinginanku dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Maunya sih marah, tapi aah…rasanya ngak pantas buat ngeluh. Persoalan tak akan selesai dengan mengeluh. Jadi ya sudah, mencoba menikmati saja apa yang sedang dihadapi. Anggap saja sedang bermain-main dengan tombol-tombol laptop. Biarlah kuambil peribahasa,..alon-alon asal kelakon..hehe..
Hal diatas hanya salah satu bagian keciiil dari persoalan-persoalan yang sedang kuhadapi. Hal lainnya yang cukup menyita pikiranku adalah menyiasati penyelesaian pekerjaanku di kantor. Terus terang aku cukup keteteran dengan tiga amanah yang kuemban. Lucu juga dengan pekerjaanku ini. Dua amanah menuntutku stand by di mejaku, sementara satu amanah lagi mengharuskanku bergerak kesana kemari, diantaranya adalah dinas luar. Itu yang membuatku tidak bisa menyelesaikan dengan baik kerjaanku. Terus terang aku kurang nyaman dengan kondisi ini. Aku sebetulnya tidak terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Tapi seringkali otakku terlalu lelah untuk menyelesaikannya, apalagi setelah dinas luar. Walaupun banyak duduk di mobil, tapi tetap otakku bekerja memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan. Amanah di organisasi pun walaupun tidak sesibuk dulu, cukup menyita pikiran. Aku senang berada di dalamnya, tapi terkadang merasa “sendiri”. Di kala aku butuh partner untuk menjalankan amanah , sahabat-sahabatku sibuk dengan amanahnya masing-masing yang tidak bisa diganggu. Entahlah,…kadang-kadang sedih sih,…tapi sudahlah, tidak pantas aku mengeluh. Begitu banyak nikmat Allah yang kurasakan dibandingkan mempersoalkan masalah-masalah kecil seperti itu.
Ngomong-ngomong tulisanku ini maksudnya apa ya?..ngak ada maksud apa-apa sih,..hanya ingin nulis aja,..rindu sekali, sudah lama tidak menulis. Kalau aku menuliskan kendalanya berarti aku mengeluh lagi..hehe…,..yang pasti aku sekarang sedang berusaha belajar menambah ilmu,..malu bodoh terus..heuheu…. Ada empat buku yang sedang kubaca. “Shirah Nabawiyah”nya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury, “Jalan Cinta Para Pejuang”nya Salim A.Fillah, “Muhammad, Prophet for Our Time”nya Karen Amstrong, dan “Spiritual Salah Kaprah” nya Abu Sangkan. Mungkin ada yang bertanya kenapa nggak diselesaikan satu persatu?…yaa..suka suka doong…hehehe….. Nggak ada maksud apa-apa siih,..hanya begitulah moodnya. Asyik membaca “Jalan Cinta Para Pejuang” di perjalanan pulang pergi ke kantor. “Spiritual Salah Kaprah” ku baca pas waktu istirahat di kantor. “Shirah Nabawiah” sesudah shalat maghrib sampai isya dan sesudah salat shubuh sampai menjelang pergi kerja. Sedangkan “Muhammad, Propet for Our Time” biasanya ku baca sesudah shalat Isya. Ada beberapa buku lagi yang menanti untuk dipelajari. “Marketing is Bullshit”nya Ippho Santosa, “Cambuk Hati” nya Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, “Sudah benarkah Shalatku?” nya Aam Amiruddin, M.Si, dan “Meniti jalan Istiqamah”nya Syekh Musnid Al-Qathany. Sudah kubaca sih sebagian-sebagian,…tapi belum “kulahap habis”. Cita-citaku minimal bisa meng-up grade diri dengan membaca. Memang masih jauh dari cukup, tapi paling sedikit ada penambahan ilmu setiap harinya. Alangkah ruginya kalau hari ini tidak lebih baik dengan hari kemarin. Mudah-mudahan aku bisa istiqamah dalam hal ini.
Yang tak kalah pentingnya,..hafalan Qur’an ku belum bertambah…hiks…., maluuuu…., insya allah mulai serius dalam melaksanakannya. Doakan ya… Cara mengakhiri tulisan ini gimana ya?…hmmm…pokoknya gitu deh,..intinya,..selagi kita masih bisa berpikir,..carilah alasan-alasan positif dari suatu peristiwa,..jangan terlalu menitikberatkan pada hal negatifnya,..kadang, salah satu peristiwa yang mempunyai bobot positifnya 90% terkalahkan oleh hal negative yang 10% karena kita terlalu fokus ke sana sehingga menjadikan dunia terasa sempit,..selebar kotak korek api..hehe.., yuuk ah coba belajar jadi orang positif, insya allah semua akan terasa indah di setiap kejadian. Yuuk!!!

