Arsip Bulanan: Juni 2009

Kejadian demi kejadian akhir-akhir ini terasa sedikit melelahkan, membuat hati dan pikiran terkuras, terkonsentrasi ke apa yang sedang terjadi. Bukan sesuatu hal yang menyenangkan, bahkan cenderung memprihatinkan. Tapi dibalik semua itu banyak sekali hikmah yang dapat kuambil. Menemani seseorang yang berusaha keras melepaskan diri dari sebuah masalah yang sangat pelik, yang melibatkan bukan hanya pikiran, tapi juga hati dan emosinya benar benar luar biasa. Ada pertentangan batin di sana,..di satu sisi dia ingin lepas, tapi di sisi lain ada keengganan untuk keluar dari zona nyaman yang terlanjur mengikat.

Berkali-kali dia gagal untuk menguatkan niatnya. Apa yang diupayakannya malah semakin menyiksanya. Sering apa yang diucapkannya tidak bisa direalisasikan dengan perbuatan. Hampir-hampir dia putus asa dan kelihatannya akan menyerah. Tapi alhamdulillah, Allah tidak membiarkan hambanya yang berserah diri tenggelam dan kehilangan harapan. “Tangan-Nya” segera menariknya ke dalam pelukan-Nya yang penuh kasih. Akhirnya dia dapat bangkit kembali. Walaupun belum bisa seratus persen pulih, tapi setidaknya telah berhasil mengendalikan dirinya untuk kembali meluruskan niatnya.

Aku jadi merenung,.jika aku yang mengalami peristiwa itu,..apakah bisa setangguh dia?..sedikit pesimis..hiks. Tapi aku berharap tidak akan mengalaminya..hehe.. . Ada beberapa pelajaran yang kudapat dari peristiwa ini:

1. Jaga hati. Kadang-kadang kita terlena dalam suatu suasana yang nyaman. Padahal belum tentu nyaman itu aman.

2. Jaga sikap. Seringkali orang salah menafsirkan sikap kita.  Ada kalanya sikap baik kita diartikan lain oleh orang lain, yang tanpa disadari menimbulkan suatu ketergantungan pada kita. Yang membuat kita sulit untuk melepaskan diri dari sana.

3. Jaga lisan. Tidak semua uraian kata kita diterima seperti yang kita niatkan. Salah persepsi, salah paham, kadang-kadang tidak bisa dihindarkan. Niat hati memberi motivasi, diterima sebagai bentuk perhatian lebih. Akibatnya timbul angan-angan yang tak semestinya.

4. Jaga pikiran. Jangan biarkan pikiran kita terbawa hanyut oleh angan-angan aneh yang seharusnya tak ada. Kendalikan rasa agar tetap di jalurnya.

5. Jaga hijab. Sudah waktunya kita mengevaluasi kembali pergaulan kita selama ini. Benarkah hijab kita sudah terjaga? (mengingatkan diri sendiri..hiks).

Semoga apa yang telah terjadi bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi dia terutama, bagiku,..dan bagi pembaca tulisan ini. Tidak ada kejadian yang buruk jika kita mengembalikannya kepada Allah. Tidak ada hal yang sia-sia ketika kita berani mengambil sisi positifnya dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Masa lalu biarlah berlalu..tapi jangan lupa ambil hikmah dari dalamnya buat bekal saat kita melangkah menyongsong masa depan kita yang cerah!..amiin.

Pengalaman pertama tampil di tv..hehe…, hari Kamis, 11 Juni 2009 kemarin di acara IHAQI di PJTV. Di undang jadi salah satu narasumber sebagai alumni dari pelatihan tersebut. Dan aku juga menjadi wakil organisasiku yang pernah bekerjasama dengan lembaga pelatihan tersebut. Awalnya rada degdegan seeh, khawatir pertanyaan pembawa acara ngak nyambung jawabannya..tapi setelah dijalanin mah, ngak semenakutkan itu.

Yang jadi narasumber disana ada empat orang. Aku, Pak Yos, Bu Fatimah, dan Teteh ..duuh kok lupa namanya..(maaf ya teh)..dan pembawa acaranya Pak Erik. Ada beberapa pertanyaan yang harus kami jawab. Diantaranya kesan-kesan yang kami dapat dari pelatihan IHAQI, harapan ke depan dll.

Menyenangkan ternyata bisa tahu cara kerja orang-orang di studio TV. Kebetulan waktu itu siaran live. Ada kerugiannya tapi…ngak bisa nonton,..heuheuheu..,

Alhamdulillah,..semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk lebih mengeratkan ukhuwah islamiyah. Semoga bisa terwujud generasi Rabbani yang menuju masyarakat Madani. Amiin,

Udah dulu ah..

Alhamdulillah akhirnya akhir pekan pun datang. Seminggu tenggelam dalam aktifitas di kantor, sekarang perjuangan terakhir di sabtu ini. Banyak sekali kemudahan dari Allah yang kurasakan dalam menjalankan tugas. Apa yang dipikirkan sulit, ternyata kenyataannya mudah, sangat mudah. Subhanallah, Maha Suci Allah.

Salah satu contohnya yang terakhir tadi malam. Ada tugas aku harus pergi ke tempat praktek seorang dokter. Sejak pagi aku kepikiran terus. Masalahnya, prakteknya malam, cukup jauh dari tempat angkot dan ngantri karena biasanya banyak pasiennya.

Menjelang keberangkatanku ke sana, aku berbincang-bincang dengan salah seorang boss ku di kantor. Disela-sela obrolan ku kemukakan niatku ke sana. Eh, tanpa di duga beliau menyuruhku memakai mobilnya, dan beliau sendiri akan menumpang ke boss ku yang lain. Alhamdulillah, akhirnya aku mendapat kemudahan dalam menjalankan pekerjaanku dan aman pulang ke rumah.

Berangkat dari kantor jam setengah lima. Di jalan seperti biasa macet. Tapi tidak masalah bagiku karena kalau dilihat dari daftar tunggu, aku dapat nomor 10, berarti kemungkinan baru dapat bertemu dokter jam delapanan, masih banyak waktu. Akhirnya sampai di tujuan jam 17.45. Rada berkernyit juga aku, biasanya banyak sekali mobil terparkir di sana, tapi hari ini hanya ada satu. Turun dari mobil aku langsung menuju ruang tunggu. Kosong! hanya ada si bapak bagian pendaftaran. “Pak, dokternya ada?” tanyaku. “Ada”, jawab beliau.  Alhamdulillaaah,…benar-benar di luar dugaanku,…tadinya ku sangka akan lama dan menjenuhkan menunggu, Allah memberikan kemudahan untuk menyelesaikan urusanku. Jam 16.10 pun aku sudah bisa meninggalkan tempat itu dan meluncur ke rumah. Alhamdulillaah,..terima kasih atas semuanya Ya Allah. nuhuuun….