Shaum Ramadhan sudah memasuki hari kedua. Selama dua hari ini aku berusaha meningkatkan ibadahku, memperbanyak baca Al Qur’an dan mencoba mengurangi kesia-siaan. Ada ujian kesabaran yang hampir-hampir membuatku lemah. Ujian kesabaran dari seseorang yang aku tak tahu sebabnya kenapa tiba-tiba seperti memusuhiku. Membalas salam pun tidak, ketika ditelepon pun tidak mau menerima, di sms tidak menjawab. Entahlah, sungguh hal ini membuatku bingung dan sempat timbul lintasan pikiran suudzon. Tapi aku berusaha menepisnya dan mencoba berpikir positif. Mungkin benar dia sibuk, atau tidak punya pulsa barangkali??….siapa tahu.
Sedih?..sudah pasti, orang yang terbilang dekat terasa menjauh secara tiba-tiba tanpa diketahui sebab pastinya. Mauku sih,..kalau ada tindakanku yang berlebihan diingatkan. Kalau tidak mau bicara langsung, ya sms atau minimal memberitahu. Dengan mendiamkan begini aku tidak mengerti.
Tapi, biarlah. Mungkin ini peringatan dari Allah untuk aku memperbaiki diri dan juga melatih kesabaranku dalam menjalani episode kehidupan ini. Mungkin juga Allah sedang mendidikku untuk melepaskan ketergantunganku padanya.
Sekarang aku hanya berusaha untuk bersabar dan bersyukur atas kasih sayang Allah melalui kejadian ini. Aku tidak marah, karena tidak semestinya aku marah. Aku hanya bisa berdoa supaya suatu saat dia bisa memaafkanku dan silaturahim itu bisa terjalin lagi. Dan semoga dia selalu dilindungi oleh Allah dan dilimpahkan kebahagian dalam hidupnya. Dan aku juga mohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kelalaianku selama ini. Ya Allah, hamba mohon, berikanlah kami jalan keluar yang terbaik dalam masalah ini. Dan jadikanlah Ramadhan ini menjadi ramadhan terindah dan terbaik untuk kami. Amiin.