Arsip Kategori: Nisshi

Hiburan dari Allah itu luar biasa ya! Salah satu mimpiku tiba-tiba terkabul tanpa diduga. Mau tau? Sudah lama aku ingin punya kompie atau laptop lagi untuk mem-back up laptop lamaku tercinta yang sudah “terengah-engah dalam bekerja”.

Sekarang, tiba-tiba barang itu ada di tanganku. Sulap? huss bukaaan. Ceritanya begini…pada hari Sabtu dua minggu yang lalu ayah dari salah seorang sahabatku meninggal dunia. Aku dan teman-temanku pergi melayat. Berangkat dari kantor jam sepuluh, dan rencana kami tidak kembali ke kantor, karena kan hari Sabtu hanya sampai jam 12 siang kerjanya.

Di tengah perjalanan hp ku berbunyi, ternyata dari boss Jepang ku yang sedang bertugas di Jawa Tengah. Ku angkat, dan kami bercakap-cakap. Beliau menyuruhku untuk menterjemahkan e mail yang dikirimnya hari itu. Ketika kukatakan tidak akan kembali ke kantor, kentara sekali dari suaranya beliau sangat kecewa. Dan sebelum menutup pembicaraan beliau berkata, ” Ya sudah, nanti saya pinjami laptopnya,” katanya sambil tertawa-tawa. Aku pun ikut tertawa karena kuanggap itu hanya sebuah lelucon.

Hari Rabu, tanggal 20 Mei kemarin, beliau datang ke kantor.  Iseng-iseng kutagih,”Mana laptopnya?”.  Beliau menjawab,” Nih,” katanya sambil menunjukkan sebuah laptop kecil. “Beneran?” tanyaku tak percaya. “Iya, saya pinjami, kamu boleh pakai sepuasnya”, katanya sambil tertawa.

Wuaaah…..gembira sekali aku. Walaupun hanya dipinjami, tapi aku bebas memakainya kapan dan dimanapun aku mau. Bisa kupakai juga di rumah. Rasanya seperti mimpi….alhamdulillah!!

Sekarang, aku bisa berinternet ria dengan tanpa keluhan koneksinya lambat…..hehehe…tapi ada pesan dari beliau yang bikin aku senyum “nelangsa”,….”Kamu boleh pakai sepuasnya tapi jangan malas ngerjain terjemahannya yaa…” katanya. Siapp bosss!!!…heuheu…

Duhai Allah…terima kasih…

Lagi-lagi laptopku menjadi salah satu kendala dalam mengerjakan tugas. Mungkin karena sudah terlalu tua, dengan memory nya yang kecil tertatih-tatih berusaha memenuhi keinginanku dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Maunya sih marah, tapi aah…rasanya ngak pantas buat ngeluh. Persoalan tak akan selesai dengan mengeluh. Jadi ya sudah, mencoba menikmati saja apa yang sedang dihadapi. Anggap saja sedang bermain-main dengan tombol-tombol laptop. Biarlah kuambil peribahasa,..alon-alon asal kelakon..hehe..

Hal diatas hanya salah satu bagian keciiil dari persoalan-persoalan yang sedang kuhadapi. Hal lainnya yang cukup menyita pikiranku adalah menyiasati penyelesaian pekerjaanku di kantor. Terus terang aku cukup keteteran dengan tiga amanah yang kuemban. Lucu juga dengan pekerjaanku ini. Dua amanah menuntutku stand by di mejaku, sementara satu amanah lagi mengharuskanku bergerak kesana kemari, diantaranya adalah dinas luar. Itu yang membuatku tidak bisa menyelesaikan dengan baik kerjaanku. Terus terang aku kurang nyaman dengan kondisi ini. Aku sebetulnya tidak terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Tapi seringkali otakku terlalu lelah untuk menyelesaikannya, apalagi setelah dinas luar. Walaupun banyak duduk di mobil, tapi tetap otakku bekerja memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan. Amanah di organisasi pun walaupun tidak sesibuk dulu, cukup menyita pikiran. Aku senang berada di dalamnya, tapi terkadang merasa “sendiri”. Di kala aku butuh partner untuk menjalankan amanah , sahabat-sahabatku sibuk dengan amanahnya masing-masing yang tidak bisa diganggu. Entahlah,…kadang-kadang sedih sih,…tapi sudahlah, tidak pantas aku mengeluh. Begitu banyak nikmat Allah yang kurasakan dibandingkan mempersoalkan masalah-masalah kecil seperti itu.

Ngomong-ngomong tulisanku ini maksudnya apa ya?..ngak ada maksud apa-apa sih,..hanya ingin nulis aja,..rindu sekali, sudah lama tidak menulis. Kalau aku menuliskan kendalanya berarti aku mengeluh lagi..hehe…,..yang pasti aku sekarang sedang berusaha belajar menambah ilmu,..malu bodoh terus..heuheu…. Ada empat buku yang sedang kubaca. “Shirah Nabawiyah”nya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury, “Jalan Cinta Para Pejuang”nya Salim A.Fillah, “Muhammad, Prophet for Our Time”nya Karen Amstrong, dan “Spiritual Salah Kaprah” nya Abu Sangkan. Mungkin ada yang bertanya kenapa nggak diselesaikan satu persatu?…yaa..suka suka doong…hehehe….. Nggak ada maksud apa-apa siih,..hanya begitulah moodnya. Asyik membaca “Jalan Cinta Para Pejuang” di perjalanan pulang pergi ke kantor. “Spiritual Salah Kaprah” ku baca pas waktu istirahat di kantor. “Shirah Nabawiah” sesudah shalat maghrib sampai isya dan sesudah salat shubuh sampai menjelang pergi kerja. Sedangkan “Muhammad, Propet for Our Time” biasanya ku baca sesudah shalat Isya. Ada beberapa buku lagi yang menanti untuk dipelajari. “Marketing is Bullshit”nya Ippho Santosa, “Cambuk Hati” nya Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, “Sudah benarkah Shalatku?” nya Aam Amiruddin, M.Si, dan “Meniti jalan Istiqamah”nya Syekh Musnid Al-Qathany. Sudah kubaca sih sebagian-sebagian,…tapi belum “kulahap habis”. Cita-citaku minimal bisa meng-up grade diri dengan membaca. Memang masih jauh dari cukup, tapi paling sedikit ada penambahan ilmu setiap harinya. Alangkah ruginya kalau hari ini tidak lebih baik dengan hari kemarin. Mudah-mudahan aku bisa istiqamah dalam hal ini.

Yang tak kalah pentingnya,..hafalan Qur’an ku belum bertambah…hiks…., maluuuu…., insya allah mulai serius dalam melaksanakannya. Doakan ya… Cara mengakhiri tulisan ini gimana ya?…hmmm…pokoknya gitu deh,..intinya,..selagi kita masih bisa berpikir,..carilah alasan-alasan positif dari suatu peristiwa,..jangan terlalu menitikberatkan pada hal negatifnya,..kadang, salah satu peristiwa yang mempunyai bobot positifnya 90% terkalahkan oleh hal negative yang 10% karena kita terlalu fokus ke sana sehingga menjadikan dunia terasa sempit,..selebar kotak korek api..hehe.., yuuk ah coba belajar jadi orang positif, insya allah semua akan terasa indah di setiap kejadian. Yuuk!!!

Akhir-akhir ini tidak bisa istiqamah nulis di blog. Koneksi internet yang menjadi hambatan utama. Apalagi di rumah. Untuk membuka blog saja bisa makan waktu satu jam. Kenyang makan, minum, dan tiduran baru terbuka. Belum lagi pas sedang asyik-asyiknya menulis tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Fuihh…, Tapi semoga semua tidak menghambat minatku untuk menulis..hehe.

Untuk menulis di kantor sekarang sedikit tidak memungkinkan. Bukannya dilarang, tapi kondisi double pekerjaan yang menyebabkan harus berkonsentrasi penuh. Bisa sih curi-curi waktu, seperti sekarang, tapi yaa sedikit jarang.

Harapanku,….duhai internet di rumahku,..semangat dong kerjanya..jangan lelet seperti siput…kasihanilah temanmu ini….:D

Kadang-kadang suka minder sama teman-teman yang suka ngirim kata-kata hikmah. Susunan kalimatnya begitu indah dan mengena. Salah satu hal yang tidak biasa atau mungkin belum bisa kulakukan ya itu…menuliskan kata-kata yang berbunga-bunga. Aku bisanya hanya mengungkapkan yang to the point saja. Kata-kata sederhana, yang mungkin jadi dangkal isinya.

Gimana sih supaya bisa menulis kalimat-kalimat indah bermakna itu? Harus banyak membaca dan bergaul ya? Pengen banget bisa ih. Ada yang mau bantu???

Pusing kepala nih,..penyakit lama kumat lagi. Menyebalkan sekali. Jadi menghambat produktivitas. Tapi bersyukur juga, itu tandanya aku masih punya kepala. Ya iya lah,…kalau yang nggak punya kepala mah nggak akan ngerasain sakit kepala, ya nggak?

Maaf buat pembaca, tulisan-tulisan ku ngak bermutu ya. Lagi nggak bisa ngenet lama soalnya. (Ngenet lama juga tetep membosankan ya…hiks)..nggak pa pa lah, yang penting bisa melepas rindu buat menulis. Belajar menuangkan pikiran walaupun kurang bahan.

Duuuh,..sakit kepala ku makin parah neeh,..harus istirahat getuu..????

Tadi subuh mencuci baju sambil chatting. Duh kebangetan..heuheu…, mending kalau mencucinya pakai mesin cuci, ini pakai manual lagi, kegiatan beresiko tinggi…heuheu..kenapa gitu, karena pernah aku sambil cuci piring chatting pake hp,..hasilnya? sang hp kecemplung deh meluncur ke dalam bak cucian. Syukur alhamdulillah bisa diselamatkan oleh adikku pakai hairdryer. Dampaknya masih nyisa sih sampai sekarang, kadang kadang jadi error. Wuiih.

Bukan apa-apa, aku seringkali menyengajakan chatt pagi karena banyak teman-temanku yang online sebelum mereka bekerja. Ada temanku yang di Jakarta, Surabaya, Bandung, kadang-kadang kami janjian OL sesudah shalat subuh. Jadi ya..sambil nyambi beres-beres kamar lah, nyetrika lah, komunikasi jalan terus…hehehe..

Yang menyebalkan kalau pulsa hp ku habis atau jaringan koneksinya ngadat..bisa kacau deh semuanya. Waduuh…

Lama-lama kegiatan ini disadari atau tidak menjadi bagian hidup juga. Ada rasa kehilangan ketika beberapa lama kita atau teman kita tidak OL. Walaupun hanya sebentar ber say hello, tapi ada rasa senang jika mengetahui kondisi mereka baik-baik saja.

Selama ini media chatting ini tidak hanya dipakai untuk obrolan yang ngalor ngidul saja, tapi banyak digunakan untuk bertukar pikiran, belajar, kadang-kadang meeting lewat conference nya. Jadi praktis tidak usah berkumpul semua di suatu tempat. Tapii…tidak jarang juga jadi tempat bertengkar..heuheuheu…

Aku sekarang mulai sedikit mengurangi jumlah OL ku. Bukan apa-apa, sedang ada proyek pekerjaan yang sedang kugarap. Mau tahu?..aadaa deeh…mohon doanya saja.

Maaf kalau beberapa hari ini jarang nulis di blog, ada masalah dengan koneksi internetnya, jadi hanya bisa nulis di hp yang fasilitas tulisannya sangat terbatas. Mudah-mudahan bisa segera normal lagi. Sekian dan terima kasih.

Kemarin ketika aku ‘curhat’ pada adikku tentang ketidakpuasanku dalam pembagian tanggung jawab antara temanku dan aku ketika temanku itu seolah-olah melemparkan tanggung jawabnya padaku tanpa dia ada usaha sama sekali. Adikku berkomentar, “Mungkin teteh kurang bisa mempercayai orang sehingga apapun mau dikerjakan sendiri”. Awalnya aku tidak setuju dengan pendapatnya, tapi setelah kuanalisa, benar juga ya nampaknya seperti itu. Seringkali aku memaksakan diri mengerjakan perkerjaan yang bukan tugasku. Bukan karena aku ‘sok bisa’, tapi karena over khawatir tugas itu tidak berjalan semestinya. Kebiasaan yang jelek ya? Seringkali aku nggak menyadari akan hal itu, tapi dampaknya memang kadang-kadang kurang bagus. Ada yang senang dan berterima kasih karena tugasnya dikerjakan, tapi ada juga yang sebaliknya memandang negatif dan hubungan pertemanan kami jadi ngak enak.

Bagaimana sih kiat-kiatnya supaya nggak terlalu campur ngurusin kerjaan orang? Merem? Atau tutup telinga?..ada yang mau memberi tips? Soalnya kepikiran terus uuy,…

Tak bisa dilukiskan dengan kata-kata kebahagiaan yang kurasakan saat ini. Hiburan luar biasa yang begitu indah dari Allah dikala ada dalam duka ditinggal bapak. Aku tidak bisa menyebutkan hadiah apa yang kudapatkan itu. Tapi yang pasti sesuatu yang kuimpi-impikan selama ini tidak terduga tiba-tiba ada di depan mata sehari setelah meninggalnya bapak.

Awalnya kukira hanya candaan temanku, tapi ternyata dia serius, membuatku harus berkali-kali meyakinkan diri bahwa itu benar-benar nyata. Terakhir, aku bersungkur, bersujud syukur kepada-Nya atas nikmat yang begitu begitu tak terkira. Alhamdulillah Ya Allah, Kau kabulkan doa hamba di saat hamba sangat mendambakannya. Mudahkanlah urusan hamba ini, dan lancarkanlah kepergian hamba kelak. Dan berkahilah sahabatku yang menjadi jalan terwujudkannya cita-citaku ini. Amiin.

Bapakku meninggal dunia hari Sabtu. 27 Desember 2008 di Arab Saudi menjelang kepulangannya sehabis menunaikan ibadah haji. Sedih? Pasti. Tapi semua itu tidak akan mengembalikan bapak ke pangkuan kami lagi. Allah telah memberikan yang terbaik untuk bapak dan kami semua. Alhamdulillah. Semoga Allah mengampuni segala dosa perdosa bapak dan menerima amal ibadahnya, memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Amiin.

Aku ingin menulis banyak tentang beliau, tapi sepertinya tidak sekarang. Yang bisa kuungkapkan pada beliau saat ini adalah aku sangat menyayangi nya walaupun jarang kuperlihatkan dengan cara bermanja-manja padanya. Mungkin kadang-kadang aku terkesan dingin, tapi itu semata-mata untuk menutupi rasa ketakutan kehilangan beliau. Terima kasih ya Pak atas segala limpahan kasih sayangmu selama ini pada kami. Bapak yang kuat dan tak pernah mengeluh karena penyakit dan keadaan. Terima kasih Pak!